Home Finance Waspada Modus Penipuan Baru Makin Sulit Dikenali, Rekening Auto Ludes
Finance

Waspada Modus Penipuan Baru Makin Sulit Dikenali, Rekening Auto Ludes

Share
Waspada Modus Penipuan Baru Makin Sulit Dikenali, Rekening Auto Ludes
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) ternyata menjadi pedang bermata dua. Para pakar keamanan siber memutakhirkan peringatan bahaya, yakni adopsi AI di kalangan pelaku kejahatan siber membuat penipuan digital makin canggih dan hampir mustahil untuk dideteksi.

Pakar keamanan siber dari perusahaan keamanan Sophos, Chester Wisniewski, mengibaratkan AI sebagai akselerator yang melipatgandakan kecepatan dan efisiensi aksi penipuan.

“Dengan AI yang menggerakkan penipuan ini, jalannya ibarat disiram bahan bakar roket-membuat serangan menjadi jauh lebih cepat dan canggih,” ujar Wisniewski, sebagaimana dikutip dari Global News, Selasa (13/10/2026).

“Saat ini, kita hampir tidak pernah lagi melihat penipuan yang dibuat secara asal-asalan atau amatiran,” lanjut pakar yang telah berpengalaman selama 30 tahun di industri cybersecurity tersebut.

Wisniewski membeberkan bahwa para peretas dan penipu kini mengincar korban dari segala sudut. Serangan dilakukan secara masif melalui berbagai saluran, mulai dari media sosial, pesan singkat (SMS), email, panggilan telepon, hingga pemanfaatan teknologi kloning suara (voice cloning).

Pencurian Data Pribadi Masif

Di luar kecanggihan taktik penipuan, hal yang paling mengkhawatirkan para ahli adalah betapa mudahnya penjahat siber membobol dan mencuri data pribadi masyarakat.

“Mereka cukup membobol sistem dan menguras basis data (database). Ratusan juta rekam data dicuri setiap minggu dari situs web yang diretas-situs yang kerap kita gunakan untuk berbelanja atau bertransaksi,” ungkap Wisniewski.

Tips Menghindari Serangan Penipuan Berbasis AI

Guna melindungi data pribadi dan aset finansial dari ancaman ini, Wisniewski menekankan pentingnya membangun sikap kewaspadaan ekstra (healthy paranoia). Ia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada siapa pun yang menghubungi secara mendadak (unsolicited) dan meminta informasi sensitif.

Berikut beberapa panduan keamanan mendasar yang wajib diterapkan:

  • Jangan Langsung Percaya Telepon Mengatasnamakan Bank: Jika menerima panggilan dari pihak yang mengaku sebagai bank, segera matikan telepon. Hubungi kembali nomor resmi call center bank terkait untuk memverifikasi kebenarannya.

  • Pegang Kendali Transaksi: Kapan pun sebuah interaksi melibatkan data pribadi, kata sandi (password), atau transaksi keuangan, pastikan Anda yang menginisiasi proses tersebut. Jangan pernah membiarkan pihak luar atau orang tak dikenal yang memulai proses transaksi atas nama Anda.

(fab/fab)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *