
Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memberikan waktu delapan hari untuk mengecek kesiapan 15.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Pemeriksaan ini melibatkan sejumlah kementerian, pemerintah daerah, hingga jajaran TNI atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.
Zulhas mengatakan, pemantauan akan dilakukan mulai 15 Oktober 2026. Pemerintah ingin memastikan berbagai kebutuhan operasional koperasi telah tersedia sebelum program tersebut berjalan lebih jauh.
“Selama 8 hari, seluruh kementerian terkait, Gubernur, Bupati, Walikota, Pangdam, ya, terus pimpinan Angkatan Darat, itu selama 8 hari terus-menerus memantau,” kata Zulhas saat membuka Rapar Koordinasi Terbatas (Rakortas) di kantornya, Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Ia menjelaskan, pemeriksaan akan menyasar sejumlah aspek, mulai dari ketersediaan manajer koperasi, pupuk, hingga layanan keuangan dan logistik pendukung.
“Bagaimana manajernya, apakah sudah ada? Apakah pupuknya sudah ada? Apakah BRIlink atau BNI Agen.. BNI 46 sudah ada? Apakah Posnya sudah ada? Apakah semua yang kita bahas nanti sudah ada apa belum di lebih dari hampir 20.000 Kopdes itu?” ujarnya.
Menurut Zulhas, pemerintah menargetkan 15.000 koperasi dapat diperiksa selama periode delapan hari tersebut. Setelah itu, hasil pemantauan akan dievaluasi untuk mengetahui kesiapan yang sudah terpenuhi maupun yang masih perlu dibenahi.
“Jadi selama 8 hari, sehingga diharapkan 15.000 bisa dicek semuanya. Nah, setelah 8 hari kita akan rapat lagi. Kita evaluasi lagi,” tutur Zulhas.
Ia menegaskan, pembenahan Kopdes Merah Putih menjadi perhatian pemerintah. Zulhas menyebut Presiden Prabowo Subianto terus memantau perkembangan program tersebut dan memberikan arahan agar pelaksanaannya dapat segera dituntaskan.
“Ini menjadi concern Bapak Presiden sehingga kita juga selalu dimonitor, ditanya, ditelepon, dan saya harap ini bisa kita selesaikan di sini rapatnya,” ujarnya.
Zulhas menambahkan, pemerintah ingin memastikan Kopdes Merah Putih dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, sebagaimana program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurutnya mulai berjalan dengan baik meski masih membutuhkan waktu untuk penyempurnaan.
“Nah, berikutnya Kopdes juga bisa berjalan, diterima manfaatnya oleh masyarakat kita,” katanya.
Dalam arahannya, Zulhas juga menyinggung tenggat pembenahan dan agenda evaluasi pada 25 Oktober 2026 mendatang. Pemerintah akan melihat hasil pemantauan untuk menentukan langkah lanjutan terhadap berbagai aspek operasional koperasi yang belum siap.
(dce)
Leave a comment