
Jakarta, CNBC Indonesia – Konglomerat pemilik PT. Bayan Resources Tbk (BYAN), Low Tuck Kwong, menambah kepemilikan sahamnya di perusahaan tambang tersebut sebanyak 100.001.000 saham.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), aksi pembelian saham tersebut dilakukan pada tanggal 14 Oktober 2026 di Rp11.200 per saham. Dengan demikan, ia merogoh kantong sebesar Rp1.120.011.200.000.
Laporan mencatat pembelian ini berstatus kepemilikan langsung, bukan bagian dari perjanjian repo, dan bertujuan investasi.
Sebelum transaksi, Low Tuck Kwong tercatat memiliki 3.316.666.832 saham BYAN dengan hak suara 9,95%. Setelah pembelian, jumlah sahamnya naik menjadi 3.416.667.832 saham, dengan hak suara 10,25%.
Sebelumnya, saham BYAN diwarnai transaksi jumbo di pasar negosiasi pada perdagangan sesi I, Rabu (14/10/2026), senilai Rp1,12 triliun.
Transaksi tutup sendiri (crossing) tersebut terjadi di harga Rp11.200 per saham. Dengan nilai tersebut, sekitar 100 juta saham atau 1 juta lot BYAN berpindah tangan dalam transaksi ini.
Transaksi di saham BYAN ini mendominasi pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia (BEI) saat itu. Hingga penutupan sesi I, nilai transaksi pasar nego tercatat Rp1,43 triliun, sehingga crossing BYAN menyumbang sekitar 78% dari total transaksi nego.
Ini bukan kali pertama BYAN dicrossing di harga tersebut. Pada perdagangan, Selasa (13/10/2026), saham BYAN juga mencatatkan transaksi nego senilai Rp5,6 miliar di harga yang sama, yakni Rp11.200 per saham, dengan volume 5.000 lot atau 500.000 saham.
Transaksi kemarin difasilitasi oleh PT Maybank Sekuritas Indonesia (kode broker ZP), yang tercatat sekaligus di sisi beli dan sisi jual.
(rob/rob)
Leave a comment