Home Finance Rupiah Ditutup Tertekan 0,14%, Dolar AS Naik ke Rp17.920
Finance

Rupiah Ditutup Tertekan 0,14%, Dolar AS Naik ke Rp17.920

Share
Rupiah Ditutup Tertekan 0,14%, Dolar AS Naik ke Rp17.920
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Tekanan terhadap rupiah masih berlanjut hingga akhir perdagangan Kamis (15/10/2026). Mata uang Garuda kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), melanjutkan pelemahan yang terjadi pada perdagangan sebelumnya.

Berdasarkan data Refinitiv, rupiah ditutup di level Rp17.920/US$ atau melemah 0,14% dibandingkan penutupan Rabu (14/10/2026) di Rp17.895/US$.

Sepanjang perdagangan, rupiah sempat tertekan hingga Rp17.957/US$ setelah dibuka di posisi Rp17.900/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia pada pukul 15.00 WIB, terpantau melemah 0,43% ke posisi 102,110.



Pergerakan rupiah hari ini turut dibayangi perkembangan pasar obligasi AS dan ketidakpastian arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).

Dolar AS melemah meskipun data inflasi AS yang dirilis Rabu kemarin menunjukkan kenaikan lebih tinggi dari perkiraan. Inflasi September tercatat sebesar 3,7% secara tahunan, melampaui ekspektasi pasar sebesar 3,6%.

Pelemahan dolar AS turut terjadi seiring penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Yield US Treasury tenor 10 tahun turun ke kisaran 5,09%, sementara tenor 30 tahun berada di sekitar 5,45%, di tengah meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.

Penurunan yield US Treasury berpotensi mengurangi daya tarik aset berdenominasi dolar AS dan memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Namun, rupiah tetap berakhir di zona merah meskipun dolar AS mengalami pelemahan.

Sementara itu, investor juga menantikan rilis indeks harga produsen (Producer Price Index/PPI) dan penjualan ritel AS periode September 2026 yang dijadwalkan pada Kamis malam ini.

Kedua data tersebut akan memberikan gambaran lebih lanjut mengenai tekanan inflasi dan kondisi konsumsi AS, sekaligus menjadi pertimbangan pasar dalam memperkirakan arah kebijakan suku bunga The Fed.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *