
Jakarta, CNBC Indonesia – Danantara Indonesia menargetkan penyaluran dana filantropi minimal US$100 juta atau sekitar Rp1,66 triliun per tahun kepada Pemerintah Indonesia melalui Danantara Indonesia Trust. Yayasan filantropi independen dari Danantara Indonesia tersebut akan menyalurkan dana untuk mendukung berbagai program sosial di bidang pendidikan, kesehatan, serta air bersih dan sanitasi.
CEO Danantara Indonesia sekaligus Pembina Danantara Indonesia Trust, Rosan Roeslani, mengatakan bahwa komitmen pendanaan tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan kontribusi nyata bagi negara melalui program filantropi.
“Kami memberikan komitmen bahwa dana paling minimum yang akan disalurkan kepada negara adalah US$100 juta setiap tahunnya,” ujar Rosan dalam seremoni peringatan 1 tahun Danantara Indonesia Trust di Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Rosan juga berharap sumber pendanaan Danantara Indonesia Trust ke depan tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi turut menarik partisipasi donatur internasional. Menurutnya, tata kelola dana dan program yang transparan diharapkan mampu mendorong keterlibatan lebih banyak pihak untuk memperbesar dampak sosial.
“Harapannya, seiring berjalannya waktu, keberadaan dana trust ini dapat memberikan kepercayaan dan kenyamanan bagi para filantropis serta donatur lainnya untuk ikut berkontribusi, baik secara langsung maupun tidak langsung,” lanjutnya.
Danantara Indonesia Trust menandai satu tahun perjalanannya dengan mengusung tema “From Commitment to Action” (Dari Komitmen Menuju Aksi). Memasuki tahun kedua, yayasan tersebut memperluas kemitraan dengan pemerintah, perguruan tinggi, organisasi pembangunan, lembaga filantropi, masyarakat sipil, hingga sektor swasta untuk memperkuat dampak sosial yang berkelanjutan.
Rosan menjelaskan, Danantara Indonesia mengelola aset negara untuk menciptakan nilai jangka panjang, sementara sebagian dari nilai tersebut didedikasikan khusus untuk memberikan dampak sosial melalui Danantara Indonesia Trust.
Dalam menjalankan misinya, Danantara Indonesia Trust mengusung tiga inisiatif strategis:
-
Asa Nusantara di bidang pendidikan.
-
Air Setara di bidang air bersih dan sanitasi.
-
Bakti Sehat Nusantara di bidang kesehatan.
Ketiga program tersebut dirancang melalui kolaborasi erat bersama perguruan tinggi, organisasi pembangunan, dan pemerintah guna menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Perincian Tiga Inisiatif Strategis
-
Pendidikan (Asa Nusantara): Program Asa Nusantara menyediakan beasiswa bagi 800 mahasiswa program sarjana (S1) dan vokasi di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), serta ilmu kesehatan. Program ini bekerja sama dengan Universitas Andalas, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Hasanuddin. Prioritas penerima ditujukan bagi mahasiswa dari keluarga berpenghasilan rendah, wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), wilayah pedesaan, daerah terdampak bencana, mahasiswa generasi pertama dalam keluarga, serta penyandang disabilitas. Selain biaya pendidikan dan biaya hidup, penerima beasiswa juga memperoleh dukungan pengembangan kapasitas dengan komitmen program yang berlangsung selama empat tahun hingga 2030.
-
Air Bersih & Sanitasi (Air Setara): Di bidang air bersih, sanitasi, dan higiene (Water, Sanitation, and Hygiene/WASH), Danantara Indonesia Trust bekerja sama dengan Plan Indonesia melalui program Air Setara. Program WASH tangguh iklim ini dirancang menjangkau 156 desa di Timor Tengah Selatan, Manggarai, dan Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan target sekitar 230.000 penerima manfaat (60.000 rumah tangga). Air Setara juga menyasar 86.700 siswa di 867 sekolah serta mencakup 79 fasilitas kesehatan. Program ini turut memperoleh dukungan pendanaan dari Plan International serta dukungan kesehatan dan nutrisi selama empat tahun dari Vitamin Angels.
-
Kesehatan (Bakti Sehat Nusantara): Program Bakti Sehat Nusantara dijalankan bersama Kementerian Kesehatan untuk memperkuat tenaga medis dan tenaga kesehatan (nakes) di wilayah prioritas yang masih mengalami krisis nakes. Dukungan mencakup perencanaan berbasis kebutuhan, pendidikan, pengembangan kompetensi, hingga penempatan dan retensi tenaga kesehatan. Pada tahap awal, dukungan biaya pendidikan ditujukan kepada 1.343 tenaga medis dan kesehatan (358 penerima pada 2026 dan 985 penerima pada 2027), mencakup fasilitas di 70 puskesmas, 131 rumah sakit daerah, dan 25 rumah sakit vertikal.
Ke depan, Danantara Indonesia Trust akan memperkuat perannya sebagai platform filantropi katalitik yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan. Melalui pendekatan kolaboratif ini, sumber daya filantropi diharapkan mampu menghasilkan solusi yang dapat direplikasi, diperluas skalanya, serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat luas.
(fab/fab)
Leave a comment