
Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengimbau industri data center untuk memperhitungkan kebutuhan air dan dampak lingkungan secara matang sebelum membangun fasilitasnya. Hal ini penting mengingat data center membutuhkan pasokan air dalam jumlah besar di tengah meningkatnya kebutuhan air masyarakat dan sektor industri lainnya.
AHY menekankan bahwa pembangunan data center tidak boleh dilakukan tanpa kalkulasi yang cermat, terutama terkait dampaknya terhadap lingkungan sekitar dan ketersediaan air bersih bagi warga.
“Yang kami tekankan dalam rapat koordinasi tadi adalah jangan sampai pendirian data center tersebut tidak dihitung secara detail serta kurang mempertimbangkan dampak lingkungan yang dapat muncul,” ujar AHY usai Rapat Koordinasi Swasembada Air Nasional di kantornya, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Menurut AHY, besarnya tingkatan kebutuhan air dan energi untuk data center bukan hanya isu domestik, melainkan telah menjadi perhatian global.
“Sebetulnya hal ini berlaku untuk semua jenis industri, termasuk industri digital. Tren di dunia saat ini-dan permasalahannya tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di negara-negara maju-memang menyoroti masalah tersebut,” lanjutnya.
AHY menegaskan, pemerintah wajib memastikan agar pemenuhan kebutuhan air untuk sektor industri tidak memicu persaingan yang merugikan masyarakat lokal. Ketersediaan air harus dikelola dengan bijak agar proporsional untuk rumah tangga, pertanian, hingga industri.
Ia juga menggarisbawahi kenaikan konsumsi air seiring pertumbuhan populasi dan ekspansi ekonomi digital. Pasokan air perlu dibagi secara adil agar kebutuhan masyarakat dan sektor produktif tetap terjamin.
“Jangan sampai transformasi digital yang terus kita dorong-termasuk ekonomi dan keuangan digital yang menjadi mainstream ekonomi Indonesia 10 hingga 20 tahun ke depan-menghadapi kendala baru berupa krisis air. Air harus dibagi secara proporsional antara kebutuhan manusia, pertanian, peternakan, dan juga sektor industri,” kata AHY.
Meski begitu, AHY mengakui bahwa besaran konsumsi air setiap data center bervariasi tergantung kapasitas fasilitasnya.
Oleh karena itu, pemerintah menekankan krusialnya perencanaan Pembangunan berbasis lingkungan sejak tahap awal agar akselerasi industri digital berjalan selaras tanpa mengorbankan kebutuhan dasar masyarakat.
(fab/fab)
Leave a comment