
Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah melakukan investigasi penyebab gangguan sistem kelistrikan yang memicu pemadaman listrik di wilayah Batam dan Bintan beberapa waktu lalu.
Namun demikian, pemerintah memastikan bahwa kondisi jaringan hingga pasokan listrik di Batam dan Bintan sudah kembali pulih 100% per Kamis (16/10/2026).
Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno menegaskan bahwa seluruh sistem kelistrikan di wilayah Batam dan Bintan telah menyala penuh. Meski begitu, Tri mengatakan investigasi penyebab gangguan kelistrikan masih dalam penyelidikan.
“OTW, masih OTW hasil investigasi. Tapi yang penting secepat mungkin masyarakat bisa menikmati listrik kembali, itulah yang penting. Sambil kita melakukan investigasi,” ungkap Tri saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Pihaknya memastikan pemulihan total 100% untuk jaringan listrik di Batam dan Bintan diselesaikan kemarin.
“Clear sudah nyala semua 100%. Udah. Batam, Bintan, clear,” tegasnya.
Dia juga menyebut, adanya gangguan pasokan listrik di Batam ini dipastikan tidak memiliki hubungan dengan agenda pergantian Direktur Utamai PT PLN (Persero) beberapa hari lalu.
“Enggak ada hubungannya,” jawab Tri saat ditanya hubungan kondisi listrik di Batam dengan pergantian Dirut PLN.
Sebelumnya, Bahlil sempat membeberkan pemadaman listrik di wilayah Bintan-Batam dipicu oleh kendala teknis pada jaringan listrik.
Ia menjelaskan bahwa PLN telah melaporkan adanya gangguan jaringan yang diakibatkan oleh sambaran petir hingga gangguan dari hewan liar.
“Iya, ada beberapa persoalan teknis di wilayah Batam. Ada beberapa jaringan yang mengalami gangguan karena tersambar petir dan, menurut mereka, ada kesalahan teknis,” ujar Bahlil.
“Penyebab teknisnya ada tiga, salah satu di antaranya karena ada hewan seperti kelelawar yang mengenai jaringan,” tambahnya.
Mengenai kemungkinan pemberian kompensasi kepada warga yang terdampak, Bahlil mengaku belum dapat memberikan kepastian. Ia menyebut persoalan tersebut masih harus dibahas bersama manajemen PT PLN (Persero).
“Saya akan bicarakan terlebih dahulu dengan pihak PLN, karena PLN yang paling memahami teknis implementasinya di lapangan,” kata Bahlil.
PLN Angkat Suara
Sebelumnya, Suroso Isnandar yang saat itu menjabat sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero) sebelum diangkat menjadi Direktur Utama PLN, mengaku masih menelusuri penyebab pasti pemadaman total di wilayah tersebut.
“Sedang kami telusuri secara saksama. Kami tidak menutup kemungkinan atas berbagai penyebab dan akan melihat bagian mana yang harus kita tingkatkan,” tuturnya di Istana, Rabu (14/10/2026).
Meski demikian, secara umum gangguan pada salah satu transformator menjadi pemicu utama pemadaman total di Batam. Oleh karena itu, PLN akan meninjau ulang seluruh pemeliharaan fasilitas guna menunjang lonjakan permintaan listrik, termasuk di Batam.
Lebih lanjut, Suroso menyampaikan bahwa pasokan listrik di Batam kini telah pulih 100%. Sementara itu, pemulihan di wilayah Bintan dan sekitarnya masih berlangsung secara bertahap dan ditargetkan segera pulih sepenuhnya.
Terkait ganti rugi atau kompensasi bagi warga terdampak, pihak PLN masih melakukan pengkajian.
“Sesuai dengan peraturan yang berlaku, jika durasi pemadaman melebihi batas jam tertentu, ada mekanisme kompensasinya. Namun saat ini, prioritas utama kami adalah memulihkan pelayanan kepada masyarakat,” kata Suroso.
“Kami akan meninjau hal tersebut setelah pemulihan selesai. Saat ini fokus kami masih pada penanganan dampak pemadaman yang terjadi sejak kemarin,” pungkasnya.
(wia)
Leave a comment