Jakarta, CNBC Indonesia – Gelombang protes akibat kenaikan biaya hidup di Prancis berujung ricuh. Sejumlah toko, mulai dari butik barang mewah hingga toko roti, dijarah di beberapa kota pada Sabtu (17/10/2026) kemarin, menurut laporan wartawan AFP dan pihak berwenang.
Di Paris, massa menjarah toko produk perawatan kulit dan gerai telekomunikasi di sekitar Place de la République. Produk kecantikan dan telepon seluler bahkan dilemparkan ke arah kerumunan. Monumen di kawasan tersebut juga dipenuhi grafiti, sementara sebuah bar bernama La Barrique terbakar.
Kerusuhan serupa terjadi di Marseille. Sejumlah toko dirusak, termasuk gerai merek mewah Hermes serta toko perhiasan, pakaian, kosmetik, peralatan rumah tangga, hingga toko roti. Petugas pemadam kebakaran juga dikerahkan untuk memadamkan api yang berasal dari sebuah toko sepatu.
Dampak bentrokan selama hari protes nasional menentang biaya hidup dan kenaikan harga bahan bakar di Prancus, Minggu (18/10/2026). (REUTERS/Stephanie Lecocq) Foto: REUTERS/Stephanie Lecocq
|
Di Lille, Wali Kota Arnaud Deslandes mengatakan sejumlah toko dirusak, termasuk Apple Store di pusat kota. Sementara di Nice, Prancis selatan, penjarahan menyasar toko pakaian olahraga dan dealer sepeda motor.
Aksi tersebut berlangsung di tengah tekanan ekonomi yang membebani masyarakat Prancis. Daya beli warga dilaporkan menyusut sejak 2024, sementara harga bahan bakar melonjak sejak perang Amerika Serikat (AS)-Iran dimulai awal tahun ini.
Ketegangan sosial ini meningkat menjelang pemilihan presiden Prancis tahun depan untuk menggantikan Emmanuel Macron. Dalam beberapa pekan terakhir, kemarahan publik turut dipicu dugaan tindakan brutal polisi terhadap demonstrasi siswa sekolah menengah.
(hsy/hsy)

Leave a comment