Home Finance Emiten Para Konglomerat Kompak Buyback Sahamnya yang Lagi Murah
Finance

Emiten Para Konglomerat Kompak Buyback Sahamnya yang Lagi Murah

Share
Emiten Para Konglomerat Kompak Buyback Sahamnya yang Lagi Murah
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Sejumlah emiten milik konglomerat ramai-ramai melakukan pembelian kembali (buyback) saham di tengah kondisi pasar saham yang tertekan akibat hantaman sentimen MSCI yang mengguncang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), pada Senin (19/10/2026),

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat jatuh ke level terendah harian 4.907,37 dan ditutup di bawah 5.000. Di tengah koreksi tersebut, sejumlah emiten besar mengumumkan rencana buyback senilai triliunan rupiah.

Mengutip keterbukaan informasi, Bursa Efek Indoensia (BEI), empat emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) menganggarkan dana senilai Rp1 triliun. Periode buyback akan berlangsung hingga 31 Desember 2026 melalui PT Sucor Sekuritas. Dananya berasal dari kas internal dan sudah mencakup biaya transaksi serta biaya perantara perdagangan.

Selanjutnya, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), juga menyiapkan dana maksimal Rp1 triliun. Perseroan akan membeli kembali sebanyak-banyaknya 800 juta lembar atau 0,92% dari total saham yang diterbitkan, dengan kisaran harga Rp1.250 hingga Rp3.000 per lembar. Buyback dijadwalkan selama tiga bulan, yakni 20 Oktober 2026 hingga 19 Januari 2027, dengan PT Henan Putihrai Sekuritas sebagai perantara.

Kemudian, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) mengalokasikan dana senilai Rp 1 triliun untuk aksi korporasi tersebut, sementara PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) menyiapkan dana ssebesar Rp500 miliar.

Emiten konglomerat lainnya milik Franky Oesman Widjaja dalam Sinarmas Grup, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) turut menyiapkan buyback hingga Rp1 triliun. DSSA menyebut buyback sebagai upaya meningkatkan nilai bagi pemegang saham, mendorong kinerja saham sesuai kondisi fundamental, dan menjaga kepercayaan publik. Periode buyback berlangsung 19 Oktober 2026 hingga 18 Januari 2027, dengan biaya transaksi diperkirakan 0,20 persen dari nilai saham yang dibeli.

Disebutkan bahwa, rencana buyback bertujuan untuk menjaga nilai fundamental harga saham perusahaan. Seluruh emiten menyebut buyback dilakukan karena kondisi pasar berfluktuasi secara signifikan. Perusahaan terbuka dapat membeli kembali sahamnya tanpa harus menunggu persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS) terlebih dahulu.

Namun, di sisi lain, rencana ini muncul setelah OJK mengenakan denda sekitar Rp1,5 triliun kepada perseroan. Total denda OJK terhadap DSSA, BREN, dan CUAN mencapai Rp2,1 triliun.

Sebagai informasi, saat ini, harga saham konglomerat saat ini terpantau bergerak melemah, dengan penurunan terdalam dialami oleh saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN). Di tengah tekanan tersebut, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) justru berhasil bergerak di zona hijau.

Berdasarkan data perdagangan saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) terkoreksi 1,24% ke level Rp1.195 per saham. Sementara itu, saham TPIA turun 6,64% ke posisi Rp1.125 per saham. Tekanan lebih lanjut juga terjadi pada saham CUAN yang melemah 6,48% ke level Rp505 per saham. Selanjutnya, saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) turut melemah 1,08% ke posisi Rp1.835 per saham.

Berbeda dengan mayoritas saham tersebut, saham DSSA berhasil menguat 2,10% ke level Rp730 per saham.

(rob/rob)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *