Home Finance Potensi Minyak RI Masih Besar, 108 Cekungan Belum Terjamah
Finance

Potensi Minyak RI Masih Besar, 108 Cekungan Belum Terjamah

Share
Potensi Minyak RI Masih Besar, 108 Cekungan Belum Terjamah
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatat potensi sumber daya minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia masih besar seiring banyaknya jumlah cekungan migas yang belum tergarap. Tercatat, sebanyak 20 cekungan dari total 128 cekungan baru dikerjakan oleh para operator hulu migas.

Direktur Keuangan Pertamina Hulu Energi (PHE) Bayu Kusuma Dewanto menegaskan bahwa mayoritas cekungan hidrokarbon di wilayah Indonesia sampai saat ini belum tersentuh kegiatan eksplorasi. Minimnya eksplorasi cekungan migas dalam negeri itu artinya masih terdapat 108 cekungan yang menunggu untuk dikembangkan oleh para pelaku industri hulu migas.

“Jadi kalau datanya, dari 128 cekungan itu baru 20 yang kita kerjakan dari operator-operator hulu migas. Artinya apa, Bapak, Ibu? Sebagian besar potensi di Indonesia ini menunggu untuk dikerjakan,” ungkap Bayu dalam Konferensi Pers Forum Ekonomi Hulu Migas (FOREK Hulu Migas) 2026 di Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Potensi migas di 108 cekungan tersebut menjadi kunci bagi Indonesia untuk menutupi celah antara produksi dan konsumsi minyak mentah nasional. Kebutuhan minyak mentah dalam negeri saat ini mencapai 1,6 juta barel per hari (bph), sedangkan tingkat produksi nasional baru berada di kisaran 600 ribu bph.

“Nah, tentu saja ini tidak akan mudah, kita tahu semua bahwa ini tidak akan mudah, dan ini tidak akan murah,” paparnya.

Pengembangan cekungan baru di wilayah yang belum tersentuh (greenfield) tersebut ditaksir membutuhkan investasi tinggi serta tenggat waktu kegiatan yang panjang.

Belum lagi, jika kegiatan eksplorasi dilakukan pada cekungan baru hari ini, maka produksi minyak pertama (first oil) baru dapat terealisasi dalam jangka waktu 5 hingga 7 tahun mendatang.

“Kalau hari ini kita melakukan eksplorasi, maka 5 atau 7 tahun lagi baru akan kita lihat first oil-nya, baru akan kita lihat produksi minyaknya. Horizon waktunya cukup panjang, sehingga risikonya juga menjadi panjang,” tambahnya.

Besarnya potensi cekungan yang belum tergarap tersebut membutuhkan dukungan investasi berkelanjutan dari para kontraktor hulu migas yang nilainya mencapai US$ 15 miliar atau setara Rp 269,66 triliun (asumsi kurs Rp 17.977/US$) pada tahun lalu.

Sinergi antara tingginya angka investasi dan besarnya potensi cadangan diharapkan dapat menyelesaikan tantangan ketahanan energi nasional di masa depan.

“Nah, makanya acara ini menjadi penting, bahwa kita akan solve permasalahan di atas dengan investasi yang juga sangat besar, tapi dengan potensi yang juga sangat besar,” tandasnya.

(wia)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *