
Jakarta, CNBC Indonesia-Bank Indonesia (BI) masih melihat perkembangan arah ke depan dengan data terbaru dalam memutuskan suku bunga acuan atau BI Rate bulan depan.
“Stance Bi ke depan kita lihat data dependece dan melihat perkembangan ke depan,” kata Gubernur BI Destry Damayanti dalam konferensi pers, Rabu (21/10/2026)
Meski demikian, fokus BI saat ini adalah stabilitas namun di sisi lain tetap menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Terlihat dari keputusan BI rate tetap pada level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (DRG).
Suku bunga Deposit Facility diputuskan naik menjadi 5%. Sementara itu suku bunga Lending Facility sebesar 6,50%.
“Keputusan tersebut diperkuat dengan peningkatan kebijakan insentif untuk instrumen Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) Lindung Nilai kepada Bank Indonesia guna menarik aliran masuk modal asing dan menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, serta mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas (PUVA),” jelasnya.
Menurut Destry, kebijakan moneter ini tetap konsisten dengan strategi stabilisasi nilai tukar Rupiah di tengah tekanan eksternal yang masih kuat dan upaya menjaga pencapaian sasaran inflasi sebesar 2,5±1% pada tahun 2026 dan 2027.
“Ke depan, Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan moneter untuk memperkuat ketahanan eksternal, termasuk menempuh langkah-langkah penyesuaian yang diperlukan guna konsisten dalam menjaga stabilitas perekonomian.”
Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan kebijakan sistem pembayaran terus diarahkan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Kebijakan makroprudensial longgar diperkuat guna meningkatkan kredit/pembiayaan ke sektor riil dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan.
Kebijakan sistem pembayaran diarahkan untuk turut mendukung kegiatan ekonomi melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan manajemen risiko dalam layanan pembayaran, serta peningkatan keandalan dan ketahanan infrastruktur sistem pembayaran.
(mij/mij)
Leave a comment