Nigeria memperketat pemeriksaan kesehatan di Bandara Lagos setelah mengonfirmasi kasus Ebola pertama dalam lebih dari satu dekade pada perempuan asal Uganda.
Nigeria memperketat pemeriksaan kesehatan di Bandara Lagos setelah mengonfirmasi kasus Ebola pertama dalam lebih dari satu dekade pada perempuan asal Uganda.

Petugas kesehatan memeriksa informasi para pelancong di pos pemeriksaan Bandara Internasional Murtala Muhammed, Lagos, Nigeria, Kamis (22/10/2026). Pemeriksaan dilakukan menyusul konfirmasi kasus Ebola pertama di negara tersebut dalam lebih dari satu dekade. (REUTERS/Sodiq Adelakun)

Kasus tersebut dikonfirmasi pada 20 Oktober 2026. Pasien merupakan seorang perempuan asal Uganda yang tiba di Abuja dari Uganda pada 3 Oktober dan mulai mengalami gejala empat hari kemudian. (REUTERS/Sodiq Adelakun)

Otoritas Nigeria awalnya mengidentifikasi 44 orang yang berisiko tinggi terpapar virus dan memulai pelacakan kontak untuk menemukan orang-orang yang kemungkinan berinteraksi dengan pasien. (REUTERS/Sodiq Adelakun)

Sumber penularan virus terhadap perempuan tersebut hingga kini belum diketahui. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC) menyatakan belum memiliki informasi terverifikasi yang memastikan pasien pernah bepergian ke Republik Demokratik Kongo (DRC), tempat wabah Ebola Bundibugyo saat ini pertama kali diumumkan pada Mei 2026. (REUTERS/Sodiq Adelakun)

Uganda dan Nigeria pun berbagi informasi untuk menelusuri perjalanan pasien serta mengidentifikasi kemungkinan sumber paparannya. Di Bandara Internasional Murtala Muhammed, Lagos, para penumpang mengisi formulir deklarasi kesehatan secara daring. Papan informasi mengenai Ebola juga dipasang untuk mengimbau pelancong agar mengambil langkah pencegahan. (REUTERS/Sodiq Adelakun)
Excepteur sint occaecat cupidatat non proident
Leave a comment