Jakarta, CNBC Indonesia – Tren gamis untuk Lebaran 2027 mulai bermunculan di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Setelah model “Bini Orang” ramai diperbincangkan pada Lebaran 2026, pedagang kini menawarkan beragam kreasi baru dengan nama unik, mulai dari “Buka Pintu”, “Lepas Landas”, hingga “Buka Hati”.
Tak sekadar mengandalkan nama yang menarik perhatian, setiap model hadir dengan konsep berbeda. Ada gamis berlapis yang menyatu dalam satu busana, setelan inner dan outer yang bisa dipakai terpisah, hingga koleksi yang dirancang untuk memikat pembeli sejak pandangan pertama.
Pedagang Pasar Tanah Abang, Adelia, mengatakan gamis Buka Pintu mengusung desain dua layer yang lebih sederhana dibandingkan model Bini Orang. Adapun busana ini ditawarkan mulai Rp125.000 untuk model polos, sedangkan varian bordir dibanderol mulai Rp375.000 per potong.
“Nah, bedanya sama yang tahun 2026 itu kan dulu gamis Bini Orang, ngikutin tren dari Inara Rusli ya. Di baju gamis Bini Orang itu bajunya bordir brokat, lebih ke model yang mewah atau yang suka ramai. Nah, bedanya dengan Buka Pintu ini, model kita lebih simpel. Rata-rata biasanya dipakai buat seragaman ibu-ibu ya, kayak misalkan untuk pengajian, marawis, buat bridesmaid, sampai busana Lebaran bagi yang suka gaya simpel-simpel. Jadi biar nggak terlalu polos, kita kasih aksen dua layer, makanya kita namakan model ‘Buka Pintu’,” kata Adelia saat ditemui CNBC Indonesia di Blok B Pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa lalu dikutip Sabtu (24/10/2026).
Menurut Adelia, permintaan Buka Pintu mulai terlihat sejak sebulan terakhir. Dalam satu kali pembukaan pemesanan atau pre-order (PO), penjualannya bisa mencapai 100-200 potong.
“Penjualan alhamdulillah, sekalinya kita open PO (Pre-Order), ini bisa tembus 100 sampai 200 pieces per PO,” ujar dia.
Model gamis “Buka Pintu” yang sedang viral, pantauan langsung CNBC Indonesia di Blok B Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky) Foto: (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
|
Sementara itu, pedagang sekaligus pemilik usaha Ratu Aisyah menawarkan gamis Lepas Landas dengan konsep berbeda. Model ini terdiri dari inner dan outer yang bisa dikenakan bersamaan maupun terpisah, sehingga satu set pakaian dapat digunakan untuk beberapa gaya.
“Jadi kalau seandainya orang bosan di outer-nya, orang pakai inner saja udah cantik. Jadi satu set itu bisa dua pemakaian, dan kalau dipakai kedua-duanya lebih bagus,” ujar Ratu, ditemui terpisah.
Gamis Lepas Landas menggunakan bahan Lunar untuk inner dan Jaguar untuk outer, serta dilengkapi detail payet manual. Harganya berkisar Rp300.000-Rp400.000 per set, dengan salah satu model dibanderol Rp385.000.
“Kalau range harganya, karena kita memakai bahan yang lumayan cukup bagus ya. Range harganya itu Rp300.000 sampai Rp400.000 per satu set pakaian. Harga segitu karena memang pemakaian bahan yang cukup banyak, terus ada payet-payetnya juga gitu,” jelasnya.
Selain Lepas Landas, Ratu juga menyiapkan koleksi Buka Hati. Berbeda dari Buka Pintu, nama tersebut merujuk pada konsep busana yang diharapkan mampu menarik perhatian konsumen sejak pertama kali melihatnya.
“Gambarannya sih, bukan yang benar-benar bisa dibuka-buka. Tapi ibarat pembeli melihatnya langsung ke hatinya, karena bukan nggak ada buka-bukanya lagi, tapi gimana mengambil hati orang di pandangan pertama melihat gamis itu, langsung ngelirik gitu, tanpa dibuka tapi dia sudah terenyuh,” tutur dia.
Koleksi Buka Hati belum resmi diluncurkan. Ratu mengatakan setiap desain dibuat melalui riset dengan mempertimbangkan kenyamanan, penampilan, dan tanggapan pelanggan.
Dari sisi permintaan, pesanan Lepas Landas telah mencapai ribuan potong, terutama dari pelanggan luar negeri. Thailand, Filipina, dan Malaysia menjadi pasar yang mendominasi, dengan pembelian dalam jumlah besar untuk menekan biaya pengiriman.
“Kadang mereka beli itu per warna diambilnya 1.000 potong, ada enam, 6.000 gitu. Kalau seandainya ada beberapa model diambil banyak, otomatis kali saja kayak gitu,” ungkapnya.
Meski pesanan dari luar negeri sudah ramai, Ratu menyebut penjualan domestik belum menunjukkan peningkatan signifikan. Ia berharap permintaan meningkat menjelang Lebaran 2027, seiring konsumen mulai berburu busana untuk hari raya.
(wur)

Leave a comment