
Jakarta, CNBC Indonesia-Nilai tukar rupiah terus melanjutkan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Kini dolar AS sudah menyentuh level Rp18.100.
Merujuk data Refinitiv, rupiah dibuka di level Rp18.050/US$, melemah 0,06% atau 10 poin dibandingkan penutupan Jumat (23/10/2026) di posisi Rp18.040/US$.
Pada pukul 11.00 WIB, tekanan terhadap rupiah tak terbendung. Dolar AS sudah berada di level Rp18.120.
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau melemah 0,17% ke posisi 101,636.
Pergerakan rupiah hari ini dipengaruhi sejumlah sentimen dari dalam negeri maupun global.
Dari domestik, perhatian pasar tertuju pada pernyataan terbaru Bank Indonesia (BI) mengenai pergerakan rupiah setelah tekanan yang dipicu sentimen Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Sementara dari eksternal, harga minyak dunia mulai terkoreksi setelah melonjak tajam pada pekan lalu akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Selain perkembangan geopolitik, pelaku pasar juga bersiap menghadapi sejumlah agenda ekonomi penting Amerika Serikat (AS) sepanjang pekan ini, termasuk keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) serta rilis data pertumbuhan ekonomi dan inflasi.
(mij/mij)
Leave a comment