Home Finance Hong Kong Raup Cuan dari Hantu & Setan, Penjualan Bisnis Naik 25%
Finance

Hong Kong Raup Cuan dari Hantu & Setan, Penjualan Bisnis Naik 25%

Share
Hong Kong Raup Cuan dari Hantu & Setan, Penjualan Bisnis Naik 25%
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Hong Kong memanfaatkan kemeriahan Halloween untuk menggenjot pariwisata dan belanja konsumen. Salah satu wilayah administratif China ini memperpanjang perayaan Halloween hingga tiga akhir pekan berturut-turut.

Melansir Reuters, Senin (26/10/2026), kawasan hiburan Lan Kwai Fong dipadati puluhan ribu orang berkostum hantu, zombi, hingga tokoh politik. Perayaan ini menjadi bagian dari upaya Hong Kong untuk memperkuat posisinya sebagai destinasi Halloween regional.

Jalan-jalan sempit di Lan Kwai Fong dipenuhi pengunjung dengan kostum warna-warni yang berburu foto dan menikmati suasana pesta.

“Berada di sini memberikan nuansa karnaval yang nyata, ini cara yang tepat untuk benar-benar bersenang-senang dan melepas penat setelah bekerja,” kata Huang Wei, 34 tahun, yang datang dari Shenzhen dengan kostum Raja Kera bersama sembilan temannya.

Allan Zeman, Chairman Lan Kwai Fong Group yang turut memperkenalkan perayaan Halloween di kawasan tersebut lebih dari 40 tahun lalu, mengatakan acara ini memberikan dorongan bagi bisnis lokal.

“Halloween, yang merupakan hari raya Barat, kini tiba-tiba dapat diterima oleh dunia Timur,” ujarnya. Menurut Zeman, perayaan tersebut mendorong penjualan makanan dan minuman naik sekitar 20% hingga 25% setiap tahun.

Perayaan tahun ini juga menampilkan perpaduan karakter horor Barat dan sosok dari cerita rakyat China. Sejumlah pengunjung bahkan mengenakan pakaian pelindung putih menyerupai petugas penegak aturan Covid-19, lengkap dengan termometer dan alat tes usap, menghidupkan kembali gambaran masa pembatasan pandemi.

Selain parade kostum, dekorasi bertema Halloween turut menghiasi berbagai lokasi, termasuk instalasi bola mata raksasa di Statue Square Gardens, kawasan Central. Pemerintah dan pelaku bisnis berharap rangkaian acara yang lebih panjang dapat menarik lebih banyak wisatawan, terutama dari China daratan, sekaligus mendorong aktivitas di bar, restoran, dan toko ritel.

Peluang tersebut muncul ketika perayaan Halloween di China daratan menghadapi pembatasan sejak 2023. Saat itu, sejumlah orang di Shanghai dilaporkan ditahan karena mengenakan kostum yang dianggap menyindir persoalan sosial dan ekonomi, sehingga Hong Kong berpeluang menarik pengunjung yang ingin merayakan Halloween dengan lebih leluasa.

Penyelenggara mencatat sekitar 80.000 orang merayakan Halloween di Lan Kwai Fong pada 31 Oktober 2025. Tahun ini, perayaan diperluas hingga tiga akhir pekan berturut-turut untuk memperkuat posisi Hong Kong sebagai destinasi hiburan regional dan memperpanjang peluang bisnis bagi pelaku usaha lokal.

Zeman menilai perayaan itu juga mencerminkan karakter Hong Kong yang menggabungkan dua sistem dalam satu negara. Ia menambahkan bahwa meningkatnya jumlah pengunjung dan belanja turut mendatangkan pendapatan serta berkontribusi terhadap produk domestik bruto kawasan tersebut.

“Jadi, inilah esensi dari Hong Kong, yaitu prinsip ‘satu negara, dua sistem’. Dengan demikian, kita semua dapat merayakannya bersama-sama,” ujarnya.

(tfa/sef)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *