
Jakarta, CNBC Indonesia – Produksi mobil Thailand turun pada September 2026. Ini terjadi di tengah angka penjualan di pasar domestik dan ekspor yang justru mencatatkan pertumbuhan.
Pelemahan produksi terjadi setelah industri otomotif negara tersebut sempat terganggu banjir pada bulan sebelumnya. Mengutip Reuters, Selasa (27/10/2026), Federasi Industri Thailand (FTI) melaporkan produksi mobil pada September mencapai 120.319 unit, turun 6,08% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Penurunan tersebut berbalik dari Agustus 2026, ketika produksi mobil Thailand tumbuh 10,93% secara tahunan. Perlu diketahui, Thailand merupakan pusat produksi otomotif terbesar di Asia Tenggara dan menjadi basis ekspor bagi sejumlah produsen mobil global, termasuk Toyota dan Honda.
Meski produksi melemah, FTI mempertahankan target produksi mobil sepanjang 2026 sebanyak 1,45 juta unit. Target tersebut sebelumnya telah dipangkas pada Juli dari proyeksi awal sebesar 1,5 juta unit.
Di sisi lain, penjualan mobil domestik Thailand justru meningkat 14,28% secara tahunan pada September. Meski demikian, pertumbuhan tersebut lebih rendah dibandingkan kenaikan 25,59% pada Agustus.
Juru bicara Klub Industri Otomotif FTI, Surapong Paisitpattanapong, mengatakan peningkatan penjualan domestik didorong oleh kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Sementara itu, ekspor mobil Thailand tumbuh 4,55% secara tahunan pada September. Capaian ini berbalik dari Agustus, ketika ekspor turun 2,04%.
FTI menyebut produsen mobil Thailand telah kembali melanjutkan produksi setelah banjir pada bulan sebelumnya mengganggu operasional pabrik otomotif dan pemasok suku cadang. Bencana tersebut juga menewaskan sedikitnya 80 orang.
Perkembangan ini menunjukkan industri otomotif Thailand menghadapi kondisi yang beragam: produksi masih tertekan. Sementara permintaan domestik dan ekspor mulai menunjukkan penguatan.
(sef/sef)
Leave a comment