
Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana melarang secara resmi penggunaan istilah artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dalam seluruh dokumen pemerintah dan dokumen resmi lainnya. Sebagai gantinya, Trump menyuarakan penggunaan istilah super intelligence (SI) atau kecerdasan super.
Langkah tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social. Dalam pernyataan tersebut, ia juga memprotes media bisnis ternama, The Wall Street Journal, yang dinilainya enggan memakai istilah baru tersebut.
“Kapan The Wall Street Journal mulai menyebut Artificial Intelligence (AI)-sebuah nama yang sangat buruk dan tidak akurat-sebagai SI (Super Intelligence), nama yang kini digunakan atau bakal segera digunakan oleh hampir semua orang?” tulis Trump, dikutip dari Reuters, Rabu (28/10/2026).
Trump menilai penyebutan kecerdasan buatan sudah tidak relevan lagi dengan perkembangan teknologi saat ini. Oleh karena itu, ia menegaskan akan segera merilis aturan resmi terkait pergantian istilah tersebut.
“Dalam waktu singkat, kita secara resmi akan MELARANG istilah “AI/Artificial Intelligence” di semua dokumen relevan, dan hal lainnya, karena ketidakakuratannya,” tegas Trump.
Sebelumnya, rencana perubahan terminologi AI ini sudah digaungkan Trump, berdekatan dengan pertemuan bilateral AS dan China. Presiden China Xi Jinping dilaporkan merespons positif ide baru Trump. Kendati demikian, tak ada laporan terkait apakah China juga akan mengganti istilah AI dengan penyebutan baru.
(fab/fab)
Leave a comment