Home Finance Studi Ungkap Ciri-Ciri Psikopati yang Terlihat dari Tulisan Seseorang
Finance

Studi Ungkap Ciri-Ciri Psikopati yang Terlihat dari Tulisan Seseorang

Share
Studi Ungkap Ciri-Ciri Psikopati yang Terlihat dari Tulisan Seseorang
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Psikopati kerap dikaitkan dengan sosok yang dingin, tidak berperasaan, dan sulit menunjukkan emosi. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa ciri-ciri kepribadian psikopatik dapat tercermin melalui penggunaan bahasa dalam tulisan seseorang, meski tidak selalu sesuai dengan stereotip yang selama ini berkembang.

Melansir Science Alert, psikopati sendiri tidak tercantum sebagai diagnosis resmi dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM), yaitu pedoman yang digunakan untuk mengklasifikasikan gangguan mental. Meski demikian, istilah ini masih banyak digunakan, terutama dalam bidang kriminologi, untuk menggambarkan sekumpulan ciri kepribadian tertentu.

Dalam model triarkis, psikopati terdiri atas tiga dimensi utama, yakni keberanian (boldness), kurangnya pengendalian diri (disinhibition), dan kekejaman (meanness).
Penelitian yang dilakukan oleh Ky Bray dan Laura Drislane, peneliti psikologi klinis dari University of Mississippi, Amerika Serikat, menemukan ketiga dimensi tersebut dapat berkaitan dengan pola bahasa yang digunakan seseorang dalam tulisan. Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Personality and Individual Differences.

“Orang cenderung menganggap psikopati sebagai satu hal yang tunggal, padahal sebenarnya bersifat multidimensi,” ujar Bray.

Menurut para peneliti, setiap orang dapat memiliki ketiga sifat tersebut dalam kadar tertentu. Namun, ketika beberapa sifat muncul secara bersamaan dengan tingkat yang tinggi, dampaknya dapat menjadi lebih serius.

Drislane menjelaskan bahwa para peneliti kini lebih memilih memahami psikopati melalui dimensi-dimensi kepribadian daripada sekadar memberikan label kepada seseorang. Pasalnya, karakteristik tersebut dapat berkaitan dengan berbagai konsekuensi, termasuk tindak kriminal, pengulangan tindak pidana atau residivisme, serta kekerasan dalam hubungan intim.

Penelitian Melibatkan Mahasiswa dan Mantan Narapidana
Dalam penelitian ini, Bray dan Drislane melibatkan 307 mahasiswa serta 144 mantan narapidana dari masyarakat umum. Para partisipan diminta mengisi kuesioner Triarchic Psychopathy Measure (TriPM), yang dirancang untuk mengukur tingkat keberanian, kurangnya pengendalian diri, dan kekejaman dalam kepribadian seseorang.

Selain itu, mereka diminta menulis pengalaman hidup yang mencakup tiga hal, yaitu momen paling membahagiakan atau berkesan, momen terendah dalam hidup, serta titik balik yang membawa perubahan penting.

Bray menegaskan bahwa penelitian ini bukan bertujuan menjadikan tulisan sebagai alat untuk mendiagnosis psikopati. Sebaliknya, penelitian tersebut ingin memahami bagaimana ciri-ciri kepribadian tertentu dapat tercermin dalam perilaku sehari-hari, termasuk melalui pilihan kata.

Tiga Ciri Psikopati dan Kaitannya dengan Bahasa
Hasil penelitian menemukan adanya hubungan antara dimensi kepribadian psikopatik dan penggunaan kata-kata tertentu dalam tulisan.

1. Keberanian (boldness)
Individu dengan skor tinggi pada dimensi keberanian cenderung lebih jarang menggunakan kata-kata yang berkaitan dengan kecemasan, seperti “khawatir”, “takut”, “cemas”, dan “gugup”.

2. Kekejaman (meanness)
Mereka yang memperoleh skor tinggi pada dimensi kekejaman cenderung lebih jarang menggunakan kata-kata yang diasosiasikan dengan emosi negatif, seperti “buruk”, “benci”, “menyakitkan”, dan “lelah”, ketika menuliskan titik balik penting dalam hidup mereka.

3. Kurangnya pengendalian diri (disinhibition)
Dari ketiga dimensi tersebut, kurangnya pengendalian diri menunjukkan hubungan paling kuat dengan penggunaan bahasa. Individu dengan skor tinggi pada dimensi ini cenderung lebih jarang menyebutkan hasil positif dalam ketiga jenis tulisan yang diminta peneliti.

Mereka juga lebih banyak menggunakan bahasa bernuansa negatif ketika menceritakan momen terbaik dan titik balik dalam hidup. Namun, pola tersebut tidak ditemukan ketika mereka menulis tentang pengalaman terendah.

Selain itu, kelompok ini cenderung lebih sering menggunakan kata-kata yang berkaitan dengan konsumsi zat, seperti “bir”, “anggur”, “mabuk”, dan “cerutu”, ketika membahas momen terendah serta titik balik kehidupan. Kecenderungan yang sama tidak terlihat dalam tulisan tentang momen terbaik.

Tulisan Tidak Bisa Digunakan untuk Mendiagnosis Psikopati
Temuan ini menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan individu dengan ciri-ciri psikopatik tidak selalu kehilangan emosi atau makna pribadi. Hasil tersebut juga menantang anggapan bahwa orang dengan sifat psikopatik selalu menunjukkan sikap dingin dan tidak berperasaan.

Meski demikian, cara seseorang mengungkapkan pengalaman hidupnya mungkin tidak selalu sesuai dengan harapan atau norma sosial dalam situasi tertentu.
Bray menambahkan, pendekatan multidimensi memungkinkan peneliti mempelajari ciri-ciri psikopatik pada populasi nonforensik, termasuk orang-orang yang tidak pernah melakukan tindak kejahatan.

Dengan demikian, penelitian ini dapat membantu memahami bagaimana karakteristik tersebut berkaitan dengan kehidupan mahasiswa, profesional, maupun hubungan antarindividu. Drislane menekankan pemahaman terhadap mekanisme yang mendasari setiap dimensi psikopati menjadi langkah penting untuk menangani, bahkan mencegah, perkembangan karakteristik yang berpotensi menimbulkan dampak negatif.

Namun, pola bahasa dalam tulisan tidak dapat dijadikan bukti bahwa seseorang mengalami psikopati. Penelitian ini menunjukkan hubungan antara ciri kepribadian dan penggunaan kata, bukan metode diagnosis yang dapat diterapkan secara langsung kepada individu.

Karena itu, memahami psikopati perlu dilakukan dengan melihat berbagai karakteristik kepribadian secara menyeluruh, bukan hanya berdasarkan pilihan kata atau cara seseorang menuliskan pengalaman hidupnya.

(miq/miq)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *