
Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengusulkan penerapan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah pada sejumlah tanggal menjelang dan setelah libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan mobilitas masyarakat saat periode liburan.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan mengatakan, usulan tersebut akan dibawa ke rapat koordinasi bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Skema yang dibahas juga mencakup opsi work from anywhere (WFA).
“Ada usulan juga ya pelaksanaan WFH untuk tanggal-tanggal tertentu, yang sudah kita catat nanti pada saat rapat koordinasi di Kemenko PMK, ini akan diusulkan untuk dijadikan WFH atau work from anywhere,” kata Aan dalam konferensi pers di Kantor Kemenhub, dikutip Rabu (28/10/2026).
Dalam usulan awal, WFH akan diterapkan pada 21 dan 22 Desember 2026, sebelum puncak arus mudik, serta 4 Januari 2027 setelah puncak arus balik.
Aan memperkirakan puncak arus mudik Nataru terjadi pada 23 Desember 2026. Sementara itu, puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 3 Januari 2027.
Proyeksi tersebut mengacu pada analisis data historis pergerakan masyarakat dari Badan Kebijakan Transportasi (BKT), serta masukan dari badan usaha jalan tol (BUJT) dan asosiasi transportasi.
“Tadi usulannya tanggal 21-22 di awal ya, kemudian tanggal 4 di akhir dan seterusnya begitulah,” ujarnya.
Meski demikian, usulan penerapan WFH maupun WFA tersebut masih akan dibahas lebih lanjut dalam rapat koordinasi sebelum ditetapkan sebagai kebijakan.
(dce)
Leave a comment