
Jakarta, CNBC Indonesia – Langit malam yang seharusnya gelap gulita tiba-tiba menyala terang di wilayah pegunungan California, Amerika Serikat. Sumbernya ternyata proyek uji coba sebuah startup yang ingin memantulkan cahaya matahari ke Bumi saat malam. Warga, ilmuwan, dan pelindung lingkungan meledak marah, menyebutnya proyek yang idiot dan berbahaya
Pada 10 Oktober lalu, wilayah gurun dekat Gunung Whitney tiba-tiba diterangi cahaya terang benderang di tengah malam. Sinar itu memancar dari lampu yang dipasang di darat sebagai simulasi. Perusahaan Reflect Orbital menjelaskan bahwa ini adalah langkah awal rencana besar mereka yaitu meluncurkan puluhan ribu satelit yang dilengkapi dengan cermin raksasa untuk memantulkan cahaya matahari dari angkasa. Tujuannya agar bagian Bumi tertentu bisa tetap terang meski matahari sudah terbenam.
Reflect Orbital menyatakan sistem penerangan pada malam hari punya beberapa fungsi, termasuk mendukung operasi penyelamatan bencana sewaktu gelap dan membuat pembangkit listrik tenaga surya bisa beroperasi 24 jam. Perusahaan telah mendapat izin dari Komisi Komunikasi Federal (FCC) pada Juli lalu untuk meluncurkan satelit demonstrasi pertamanya tahun depan.
Namun reaksi yang muncul justru kemarahan. Kelompok lingkungan, pengamat bintang, dan warga setempat menolak keras.
“Ini proyek idiot,” tegas Jan Hasselman, pengacara senior dari organisasi pelindung lingkungan Earthjustice kepada The Guardian, dikutip Kamis (29/10/2026). “Ada begitu banyak pertanyaan yang belum terjawab dan dampak yang sangat besar. Secara harfiah seluruh kehidupan di bumi berevolusi mengikuti irama siang dan malam, dan sudah banyak data yang membuktikan mengganggu keseimbangan itu bukan ide yang baik.”
Rencana jangka panjang perusahaan Reflect Orbital sangat ambisius yaitu menempatkan 50.000 satelit dengan cermin di orbit. Jika terwujud, langit malam di seluruh dunia akan berubah selamanya. Malam yang tak lagi gelap, dipenuhi pantulan cahaya buatan yang akan mengganggu tidur manusia, hewan, dan tanaman.
Para astronom juga khawatir. Langit yang terang benderang akan menutupi bintang-bintang, merusak pengamatan antariksa, dan menghapus pemandangan alam yang telah ada sejak miliaran tahun lalu.
“Harus ada diskusi dan kajian mendalam sebelum kita memberi izin kepada siapa pun untuk mengubah langit malam secara mendasar,” ujar Hasselman. “Rencana menempatkan 50.000 cermin di angkasa sungguh gila. Itu akan mengakhiri langit malam seperti yang kita kenal sekarang.”
Perusahaan sendiri membela diri, menyatakan akan bekerja sama dengan masyarakat setempat dan pihak berwenang, serta menegaskan teknologi ini untuk menyelamatkan nyawa.
(dem/dem)
Leave a comment