Home Finance Astronom Kaget Tak Percaya, Lihat Planet Tersembunyi di Balik Pluto
Finance

Astronom Kaget Tak Percaya, Lihat Planet Tersembunyi di Balik Pluto

Share
Astronom Kaget Tak Percaya, Lihat Planet Tersembunyi di Balik Pluto
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Para astronom menemukan petunjuk kuat keberadaan benda langit yang kemungkinan besar merupakan planet kerdil baru yang mengorbit di wilayah Tata Surya terjauh, melampaui Pluto, dikutip Kamis (29/10/2026).

Benda langit ini terdeteksi di wilayah Sabuk Kuiper, kawasan penuh benda-benda beku yang terletak di luar orbit Neptunus, tempat Pluto dan sejumlah planet kerdil lainnya berada. Pengamatan awal menunjukkan karakteristik benda ini mengarah pada status sebagai planet kerdil, meskipun pengukuran lanjut masih diperlukan untuk memastikan ukuran, bentuk, dan jalur orbitnya secara akurat.

Jika dikonfirmasi, penemuan ini akan menambah daftar anggota keluarga planet kerdil yang sudah diketahui seperti Pluto, Eris, Haumea, Makemake, dan Ceres. Temuan ini juga membantu para ilmuwan memahami cara Tata Surya terbentuk dan berkembang, serta apa saja yang tersimpan di bagian terluarnya yang masih belum banyak dipetakan secara menyeluruh.

Saat ini, para peneliti masih memantau pergerakan benda tersebut untuk memastikan apakah jalur orbitnya stabil dan sepenuhnya berada di wilayah luar Neptunus, seberapa besar ukurannya, serta apakah ada benda serupa lainnya yang belum terlihat di sekitarnya.

Temuan ini mengingatkan bahwa Tata Surya masih menyimpan banyak rahasia. Wilayah yang paling jauh dari Matahari justru paling sedikit dipelajari, dan kemungkinan besar masih ada benda-benda menarik lain yang menunggu ditemukan.

Planet kerdil baru ini ditemukan oleh observatorium Vera C. Rubin. Diameternya diperkirakan antara 600-1.500 kilometer. Ilmuwan menamakan objek tersebut sebagai 2026 ED138.

Lokasi planet kerdil ini ada di antara Matahari dan Pluto. Namun, selama ini belum pernah terdeteksi.

“Reaksi pertama saya adalah tak percaya. Objek seperti ini sangat jarang, saya langsung mengecek apa saya melakukan kesalahan,” kata astrofisikawan Matthew Holman dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics.

Menurut Science Alert, ada beberapa faktor yang membuat planet itu tak pernah ditemukan sebelumnya.

Planet tersebut sangat jauh dari Matahari sehingga sangat sedikit memantulkan sinar. Deteksi dengan sinar infra merah juga sangat sulit karena suhu yang dingin.

Posisi yang terus berubah membuat objek itu tak bisa dideteksi kecuali teleskop diarahkan pada waktu yang tepat ke arah yang tepat. Selain itu, orbit objek yang berada di “luar” Neptunus bergerak dalam sudut yang aneh, tidak dalam “lingkaran datar” seperti planet lain di Tata Surya.

Observatorium Vera C. Rubin mampu menangkap planet tersembunyi ini karena dilengkapi dengan kamera digital yang khusus dirancang untuk pengamatan astronomi. Kamera tersebut terus menerus menangkap objek di langit bagian selatan yang sebelumnya tak terdeteksi.

(dem/dem)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *