
Jakarta, CNBC Indonesia – PT. Bayan Resources Tbk (BYAN) mencatat, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk hingga kuartal III tahun ini naik 12,93% menjadi US$589,6 juta dari US$522,15 juta.
Mengutip laporan keuangannya melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), kenaikan laba ini terjadi meski pendapatan perseroan turun. Pendapatan tercatat nyaris tak berubah menjadi US$2,43 miliar atau turun tipis 0,23% dari kuartal III tahun lalu.
Laba bruto menjadi penopang utama. Beban pokok pendapatan turun 5,78% menjadi US$1,57 miliar dari US$1,66 miliar. Akibatnya, laba bruto naik 11,73% menjadi US$864,02 juta dari US$773,35 juta. Margin laba bruto perseroan membaik menjadi sekitar 35,49% dari sekitar 31,70% pada periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi beban usaha, beban penjualan naik 24,85% menjadi US$31,19 juta dari US$24,98 juta. Namun, beban umum dan administrasi turun 4,60% menjadi US$59,97 juta dari US$62,86 juta. Beban keuangan juga turun lebih dalam, yaitu 41,89%, menjadi US$4,37 juta dari US$7,52 juta.
Penghasilan keuangan naik 7,04% menjadi US$21,9 juta dari US$20,5 juta. Sementara itu, beban lain-lain, neto, melonjak 177,25% menjadi US$24,7 juta dari US$8,92 juta.
Setelah memperhitungkan seluruh pos tersebut, laba sebelum pajak naik 11,04% menjadi US$765,6 juta dari US$689,5 juta. Beban pajak penghasilan naik 6,92% menjadi US$166,6 juta dari US$155,8 juta .
Sementara laba periode berjalan tercatat US$599,06 juta naik 12,24% dari US$533,7 juta pada periode yang sama tahun 2025.
Adapun aset Bayan hingga kuartal III tahun ini naik menjadi US$ 724,6 juta dari akhir tahun 2025 yang sebesar US$ 680,4 juta.
(rob/rob)
Leave a comment