Home Finance Boikot Mbappe Berlanjut, China Tolak Tayangkan Real Madrid
Finance

Boikot Mbappe Berlanjut, China Tolak Tayangkan Real Madrid

Share
Boikot Mbappe Berlanjut, China Tolak Tayangkan Real Madrid
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Kontroversi yang melibatkan bintang sepak bola Kylian Mbappe berbuntut panjang di China. Stasiun televisi pemerintah China, China Central Television (CCTV), dilaporkan tidak menayangkan pertandingan Real Madrid melawan Racing Santander dalam lanjutan kompetisi La Liga pada Minggu (1/11/2026).

Melansir Channel New Asia, keputusan tersebut diduga berkaitan dengan pernyataan Mbappe yang menyinggung mantan pemimpin China, Mao Zedong. Komentar pemain asal Prancis itu memicu kemarahan publik hingga membuat otoritas penyiaran China mengambil langkah tegas.

Pertandingan Real Madrid melawan Racing Santander yang dimulai pukul 15.15 GMT atau pukul 22.15 waktu Indonesia itu tidak disiarkan melalui dua saluran olahraga CCTV.

Bahkan, pertandingan tersebut juga tidak ditemukan dalam tayangan langsung di Migu, layanan streaming digital milik perusahaan telekomunikasi negara, China Mobile.

Sebelumnya, sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan Mbappe menyebut Mao sebagai seorang diktator ketika menceritakan meme internet yang menurutnya paling lucu tentang dirinya.

Dalam video tersebut, Mbappe mengatakan wajahnya pernah diedit dan ditempelkan pada foto seorang tokoh yang ia sebut sebagai diktator China. Pernyataan itu diduga merujuk pada meme yang menampilkan wajah Mbappe dengan gambar Mao Zedong.

Komentar tersebut langsung menuai reaksi negatif di China. Pasalnya, Mao merupakan figur sejarah yang sangat sensitif dalam politik negara tersebut.

Mbappe dan Real Madrid Sampaikan Permintaan Maaf

Setelah kontroversi berkembang, Mbappe akhirnya menyampaikan permintaan maaf atas komentarnya yang dinilai tidak tepat.

La Liga juga menyatakan penyesalan mendalam, sementara Real Madrid turut menyampaikan permintaan maaf kepada publik China.

Kementerian Luar Negeri China menyatakan menanggapi serius permintaan maaf yang disampaikan Mbappe.

Sebelumnya, China Media Group (CMG), lembaga yang menaungi CCTV, mengumumkan penghentian sementara siaran pertandingan La Liga. Pihaknya menegaskan bahwa permintaan maaf dari La Liga, Mbappe, dan Real Madrid merupakan prasyarat mutlak untuk menyelesaikan polemik tersebut.

Meski ketiganya telah menyampaikan permintaan maaf, belum diketahui apakah pembicaraan untuk meredakan ketegangan sudah dimulai.

Dampak Kontroversi Meluas ke Sponsor

Persoalan ini juga berdampak pada hubungan komersial Mbappe dengan sejumlah perusahaan di China. Beberapa merek besar dilaporkan membatalkan kesepakatan sponsor dengan pemain tersebut setelah pernyataannya menjadi sorotan.

China sendiri merupakan salah satu pasar penting bagi sepak bola Eropa. Selain La Liga, CCTV juga menayangkan pertandingan dari Liga Inggris, Bundesliga Jerman, Ligue 1 Prancis, dan Serie A Italia.

Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, sebelumnya mengatakan bahwa klub telah melakukan bagiannya untuk menyelesaikan kontroversi tersebut.

Sensitivitas terhadap pernyataan mengenai Mao Zedong tidak terlepas dari posisinya dalam sejarah dan politik China. Mao meninggal dunia pada 1976, sementara kebijakan-kebijakannya selama memimpin negara itu masih menjadi perdebatan sejarah, termasuk terkait kelaparan massal yang menewaskan jutaan orang.

Insiden Mbappe bukan kali pertama dunia olahraga menghadapi ketegangan akibat isu politik sensitif di China. Pada 2019, hubungan China dengan NBA sempat terputus selama beberapa tahun setelah Daryl Morey, yang saat itu menjabat sebagai manajer umum Houston Rockets, menyampaikan dukungan kepada demonstran Hong Kong.

Kontroversi ini kembali memperlihatkan bagaimana pernyataan seorang atlet internasional dapat berdampak jauh melampaui lapangan pertandingan, termasuk terhadap hubungan bisnis, sponsor, dan hak siar olahraga.

(hsy/hsy)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *