Home Finance 11 Update Baru Perkembangan Terkini Perang Arab Saudi vs Houthi Yaman
Finance

11 Update Baru Perkembangan Terkini Perang Arab Saudi vs Houthi Yaman

Share
11 Update Baru Perkembangan Terkini Perang Arab Saudi vs Houthi Yaman
Share




Jakarta, CNBC Indonesia -Serangan Houthi ke Arab Saudi makin menggila, Senin waktu setempat. Hingga berita ini diturunkan, sejumlah perkembangan terbaru dari konflik kedua belah pihak.

Lalu bagaimana updatenya? Berikut rangkuman CNBC Indonesia Selasa (13/10/2026) pagi dari sejumlah sumber:

1.Houthi Rudal Balistik Bandara Riyadh

Kelompok Houthi di Yaman mengklaim telah melancarkan serangan yang menargetkan bandara internasional Riyadh pada Senin, dengan rudal balistik. Ini terjadi setelah puluhan orang tewas dan ratusan luka-luka akibat serangan yang menyasar bandara yang sama, Kamis, Sabtu serta Minggu lalu.

“Angkatan bersenjata kami berhasil menargetkan Bandara Internasional (King) Khalid di Riyadh, ibu kota musuh Saudi, pada malam ini dengan rudal balistik,” ujar juru bicara militer Houthi, Yahya Saree dimuat AFP.

“Serangan tersebut mengenai sasaran dengan tepat,” tambahnya.

Ia menambahkan bahwa kelompok tersebut juga menargetkan pangkalan Khamis Mushait di wilayah selatan kerajaan. Serangan, menurut Houthi dilakukan dengan menggunakan pesawat nirawak (drone).

2.Saudi Benarkah Cegat Rudal Balistik

Koalisi militer pimpinan Arab Saudi yang memerangi Houthi mengatakan pada hari Senin bahwa pasukannya mencegat rudal balistik yang ditembakkan oleh kelompok Houthi yang didukung Iran di ibu kota Riyadh. Hal ini ditegaskan juru bicara koalisi Mayor Jenderal Turki al-Malki, di X.

“Intersepsi dan penghancuran rudal balistik yang diluncurkan oleh milisi teroris Houthi menuju Riyadh,” tegasnya.

3.Warga Asing Ditangkap Karena Rekam Serangan di Arab Saudi

Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Riyadh pada hari Senin menyatakan bahwa sejumlah warga negaranya telah ditahan karena merekam peristiwa terkini di Arab Saudi. Perwakilan AS tersebut menyatakan pemberitahuan resmi tanpa merinci jumlah orang yang ditangkap ataupun status pembebasan mereka.

“Arab Saudi telah memperingatkan bahwa tindakan merekam, memublikasikan, atau menyebarkan informasi terkait upaya penangkisan rudal dan pesawat nirawak (drone) beserta lokasi dampaknya dapat menjerat Anda dalam masalah hukum,” kata Kedutaan AS.

Hal sama juga dikatakan sejumlah warga asing yang tinggal di Riyadh. Mereka mengungkapkan kepada AFP bahwa kenalan mereka ditahan karena merekam peristiwa terkini dan menyebarluaskan rekaman tersebut di media sosial.

4.Houthi Warning Amerika

Seorang pejabat senior Houthi pada hari Senin memperingatkan AS bahwa mereka akan menerima tanggapan yang cepat dan menyakitkan jika terlibat dalam perang di Yaman. Sebelumnya dilaporkan bagaimana Arab Saudi telah meminta bantuan AS untuk menghadapi kelompok tersebut, dengan Presiden AS Donald Trump memberi sinyal untuk bergabung dalam koalisi.

“Jika AS terlibat dalam agresi terhadap Yaman, kami tidak akan menunda-nunda keputusan untuk membalas; sebaliknya, akan ada tanggapan cepat dan menyakitkan yang menyasar AS serta seluruh kepentingannya di kawasan ini,” ujar anggota biro politik Houthi, Mohammed Al Bukhaiti.

“Seluruh karyawan dan pekerja di fasilitas minyak serta bandara Arab Saudi untuk menjauhi lokasi-lokasi tersebut, karena tempat-tempat itu telah menjadi sasaran yang sah,” tambahnya.

5.Houthi Warning Semua Pekerja di Perusahaan Minyak Saudi

Houthi menegaskan tak hanya akan menyerang bandara-bandara di Arab Saudi tapi juga perusahaan minyak di sana. Dalam pengumuman Senin, Houthi memberi peringatan ke para pekerja fasilitas minyak Arab Saudi untuk menjauhi tempat kerja mereka.

6.Bandara Riyadh Masih Setop Operasi

Otoritas Saudi memperpanjang penangguhan operasional di bandara internasional Riyadh menyusul serangkaian serangan mematikan oleh kelompok Houthi. Otoritas Umum Penerbangan Sipil (GACA) dalam sebuah pernyataan mengumumkan perpanjangan penangguhan operasional di Bandara Internasional King Khalid, seraya menyatakan hal itu diperlukan diperlukan untuk menyelesaikan prosedur yang diperlukan guna memverifikasi keselamatan fasilitas dan kesiapan operasionalnya.

Otoritas tersebut tidak merinci kapan operasional akan kembali berjalan. Namun, seorang sumber senior di bidang penerbangan yang mengawasi penerbangan ke wilayah Teluk untuk sebuah maskapai mengatakan bahwa operasional akan dihentikan selama sisa hari kerja di Arab Saudi, berdasarkan pesan yang dikirimkan kepada maskapai tersebut pada hari Senin oleh otoritas penerbangan Saudi.

“Mereka memberi tahu kami bahwa penangguhan akan berlangsung setidaknya hingga hari Kamis. Tidak ada penerbangan hingga akhir pekan,” ujar sumber tersebut kepada AFP.

Ia menambahkan bahwa Terminal 3 dan 4 mengalami kerusakan. Begitu pula peralatan radar dan komunikasi bandara, sementara kondisi landasan pacu belum diperiksa.

7.Maskapai Batalkan Penerbangan

Maskapai nasional UEA, Etihad Airways, pada hari Senin mengumumkan pembatalan seluruh penerbangan dari dan menuju Riyadh hingga pekan depan akibat “gangguan regional”. Maskapai tersebut juga telah menangguhkan penerbangan ke kota Dammam dan Jeddah di Saudi pada pekan ini.

Maskapai nasional Bahrain, Gulf Air, juga menyatakan pembatalan seluruh penerbangan ke Riyadh hingga hari Sabtu. Seorang pejabat senior Riyadh Metro mengatakan kepada AFP bahwa pihak berwenang telah menangguhkan layanan transportasi menuju tiga stasiun yang melayani bandara tersebut.

8.Respons China

China mengecam serangan terbaru oleh kelompok Houthi terhadap bandara dan infrastruktur energi Arab Saudi. Beijing menyatakan “kekhawatiran serius” mengenai meningkatnya konflik antara Riyadh dan kelompok Yaman tersebut.

“China mengecam serangan yang menyebabkan banyak korban jiwa dan menyatakan kekhawatiran serius atas eskalasi konflik tersebut,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Mao Ning dalam sebuah taklimat rutin.

“Kami menyerukan kepada pihak-pihak terkait untuk menghindari tindakan yang dapat meningkatkan ketegangan regional, menyelesaikan perbedaan dan sengketa melalui dialog dan negosiasi, serta mewujudkan perdamaian dan stabilitas di kawasan sesegera mungkin,” kata Mao.

9.Respons Iran

Iran pada Senin mengatakan pihaknya “sangat prihatin” dengan meningkatnya serangan antara kelompok Houthi yang didukung Teheran di Yaman dan Arab Saudi. Negara itu bahkan mengatakan siap membantu dialog antar pihak yang bertikai.

“Kami sangat prihatin dengan perkembangan yang terjadi di Semenanjung Arab,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baqaei pada konferensi pers mingguan.

“Kami benar-benar tidak ingin permusuhan dan perang terus berlanjut antara dua negara Islam,” kata Baqaei lagi, mendesak semua pihak untuk menyelesaikan situasi tersebut “melalui dialog dan keterlibatan”.

Perlu diketahui, Houthi adalah bagian dari “Poros Perlawanan” yang didukung Iran. Ini merujuk sebuah jaringan kelompok yang menentang Israel yang juga mencakup kelompok bersenjata Hizbullah Lebanon dan Syiah Irak.

10.UEA Teriakkan Penguatan Kerja Sama Negara Teluk

Seorang pejabat senior UEA pada hari Senin menyerukan kepada negara-negara Teluk untuk memperkuat kerja sama keamanan mereka. Ini menyusul serangkaian serangan oleh kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran terhadap Arab Saudi.

“Sejak awal agresi terhadap negara-negara Teluk Arab-yang didasarkan pada kesalahan perhitungan pihak agresor yang menganggap kawasan ini sebagai mata rantai terlemah dalam perang yang sebenarnya ingin kami hindari-telah menjadi jelas bahwa kita semua menjadi sasaran,” tulis Gargash di platform X.

“Perlu adanya upaya menghidupkan kembali tindakan bersama oleh negara-negara Teluk, khususnya di bidang keamanan dan pertahanan, serta memperkuat sistem keamanan kolektif,” tambahnya.

“Telah terjadi kelemahan serius yang mendorong pihak lain untuk melanggar wilayah kita,” ujarnya lagi.

11.Harga Minyak

Harga minyak naik Senin setelah gerakan Houthi di Yaman melancarkan serangan tambahan terhadap Arab Saudi. Ini menambah kekhawatiran mengenai ketatnya pasokan global menjelang musim dingin di belahan bumi utara.

Harga minyak naik sekitar 2%. Di mana Brent naik menjadi US$ 106,65 per barel dan West Texas Intermediate menjadi US$ 93,74 per barel.

(sef/sef)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *