
Jakarta, CNBC Indonesia- Rating Director PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), Hendro Utomo menyebutkan 2026 masih menjadi tahun yang menantang bagi pasar utang dalam negeri hingga 2027. Setidaknya terdapat 3 risiko yang harus antisipasi yakni biaya pendanaan, kemampuan penyerapan pasar terhadap surat utang saat suku bunga tinggi hingga faktor refinancing.
Bagi korporasi, yield SBN yang masih tinggi juga akan mempengaruhi penerbitan surat utang korporasi termasuk untuk refinancing, namun bagi sektor yang tidak sensitive terhadap tingkat bunga memiliki risiko kredit lebih rendah akan memiliki fleksibilitas untuk mendapatkan pendanaan.
Pada 2027, potensi penerbitan surat utang di pasar modal RI masih bisa mencapai lebih dari Rp 170 Triliun untuk memenuhi kebutuhan refinance surat utang jatuh tempo.
Seperti apa prospek dan tantangan pasar surat utang RI? Selengkapnya simak dialog Shania Alatas dengan Rating Director PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), Hendro Utomo dalam Power Lunch, CNBC (Rabu, 14/10/2026)
Leave a comment