Home Finance 5 Lokasi Paling Dijaga Ketat Sedunia-Dilarang Masuk, Ada Pusat Alien
Finance

5 Lokasi Paling Dijaga Ketat Sedunia-Dilarang Masuk, Ada Pusat Alien

Share
5 Lokasi Paling Dijaga Ketat Sedunia-Dilarang Masuk, Ada Pusat Alien
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Dunia memiliki banyak tempat terlarang yang aksesnya tidak sebebas destinasi wisata pada umumnya. Lokasi-lokasi itu biasanya ditutup untuk melindungi masyarakat adat yang terisolasi atau menjaga peninggalan arkeologi yang rentan rusak.

Selain itu, ada pula fasilitas yang dibatasi karena alasan keamanan nasional, serta penyimpanan cadangan pangan dunia. Bahkan, ada satu lokasi yang dijuluki sebagai “pusat alien”.

Meskipun tertutup bagi wisatawan umum, beberapa lokasi tersebut masih bisa diakses oleh pihak tertentu dengan izin khusus. Biasanya, akses hanya diberikan kepada para peneliti atau personel berwenang yang memiliki kepentingan resmi di lokasi tersebut.

Pembatasan ketat itu bertujuan untuk menjaga keamanan serta kelestarian tempat tersebut.

Memahami alasan di balik pelarangan akses tersebut penting untuk mengetahui fungsi dari setiap lokasi.

Melansir Beautynesia, berikut lima tempat terlarang di dunia yang memiliki pengawasan sangat ketat beserta alasan di balik penutupannya bagi publik:

1. Pulau North Sentinel, Laut Andaman

Pulau North Sentinel terletak di Kepulauan Andaman dan Nicobar, India, merupakan tempat tinggal suku Sentinelese. Masyarakat adat di pulau itu dikenal sangat tertutup dari dunia luar dan secara konsisten menolak segala bentuk kontak dengan orang asing.

Karena sikap suku tersebut, pulau itu menjadi salah satu tempat yang dilarang untuk dikunjungi oleh wisatawan umum. Pembatasan akses tersebut bertujuan untuk melindungi masyarakat Sentinelese dari ancaman penyakit, eksploitasi, serta gangguan terhadap pola hidup asli mereka.

Pemerintah India sendiri telah menetapkan pulau beserta perairan sekitarnya sebagai kawasan cadangan bagi suku tersebut. Saat ini, pemerintah menerapkan metode pengawasan dari jarak jauh tanpa melakukan kontak langsung demi menjaga keamanan serta kelestarian penduduk di sana.

2. Arsip Apostolik Vatikan, Kota Vatikan

Arsip Apostolik Vatikan menyimpan dokumen sejarah Gereja Katolik yang mencakup periode selama dua belas abad. Koleksinya terdiri dari lebih dari 600 kelompok arsip dengan total panjang rak penyimpanan mencapai 85 kilometer, yang berisi catatan pemerintahan Gereja, surat-menyurat kepausan, hingga dokumen sejarah lainnya.

Meskipun sangat penting, fasilitas ini tidak sepenuhnya tertutup untuk umum. Akses penelitian diberikan secara gratis kepada para akademisi yang memenuhi syarat, seperti memiliki gelar minimal magister serta membawa surat pengantar dari institusi penelitian atau akademisi.

3. Gua Lascaux, Prancis

Gua Lascaux di Prancis merupakan situs seni prasejarah dari masa Paleolitikum yang ditemukan pada tahun 1940. Gua ini memiliki nilai arkeologi yang sangat tinggi karena menyimpan berbagai lukisan serta ukiran kuno yang sangat bersejarah.

Namun, nilai sejarah tersebut membuat gua itu menjadi tempat terlarang bagi wisatawan karena kondisi lingkungannya yang sangat sensitif. Aktivitas wisata di masa lalu, yang sempat mencapai 1.800 pengunjung per hari, terbukti merusak mikroklimat di dalam gua serta memicu pertumbuhan jamur yang merusak pigmen lukisan.

Pemerintah Prancis akhirnya resmi menutup gua asli untuk publik sejak April 1963 demi kepentingan konservasi. Sebagai solusinya, pemerintah menyediakan replika Gua Lascaux agar masyarakat tetap bisa melihat keindahan lukisan tersebut tanpa harus memasuki dan merusak situs yang asli.

4. Gudang Benih Global Svalbard, Norwegia

Gudang Benih Global Svalbard terletak di dalam pegunungan di Pulau Spitsbergen, Norwegia. Fasilitas itu berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan benih tanaman pangan dari berbagai bank gen di seluruh dunia. Tujuannya adalah untuk menjaga keragaman tanaman pangan tetap aman jika koleksi aslinya mengalami kerusakan atau hilang.

Akses ke dalam ruang penyimpanan benih ini sangat terbatas dan hanya diperbolehkan bagi personel yang berwenang. Meskipun masyarakat umum tidak diizinkan masuk ke lokasi fisik, mereka tetap dapat melihat dan mengenal fasilitas tersebut melalui tur virtual yang disediakan secara resmi.

Hingga Juni 2026, gudang itu telah menyimpan lebih dari 1,4 juta sampel benih setelah menerima tambahan 15.000 sampel baru. Koleksi ini menjadi bagian penting dari upaya global untuk menjaga keragaman tanaman serta mendukung ketahanan pangan dunia dalam jangka panjang.

5. Area 51, Nevada

Area 51 di Nevada merupakan salah satu tempat paling tertutup yang sering dikaitkan dengan berbagai teori konspirasi. Fasilitas ini sebenarnya memiliki sejarah panjang sebagai lokasi pengembangan dan pengujian berbagai jenis pesawat rahasia milik militer.

Menurut catatan CIA, kawasan terpencil itu mulai digunakan pada tahun 1950-an untuk menguji pesawat pengintai U-2. Lokasi tersebut sengaja dipilih karena letaknya yang jauh dari pemukiman, sehingga pengujian teknologi pesawat dapat dilakukan dengan kerahasiaan dan keamanan yang sangat ketat.

Meskipun populer dengan cerita mengenai UFO dan makhluk luar angkasa, keberadaan alien di fasilitas tersebut tidak pernah didukung oleh bukti resmi. CIA menjelaskan bahwa Area 51 murni berfungsi untuk program pesawat pengintai dan merupakan bagian dari kawasan pelatihan militer yang aksesnya dibatasi demi keamanan nasional.

Berbagai tempat, mulai dari Pulau North Sentinel hingga Area 51, memiliki nilai sejarah, budaya, atau keamanan yang sangat penting. Karena alasan tersebut, lokasi-lokasi ini lebih diprioritaskan untuk dilindungi dan dijaga kerahasiaannya daripada dibuka sebagai destinasi wisata massal.

(wia)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *