
Jakarta, CNBC Indonesia – Ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% secara tahunan (year on year/yoy) pada triwulan II-2026. Di balik angka nasional tersebut, laju pertumbuhan antarprovinsi masih menunjukkan kesenjangan yang cukup lebar.
Sejumlah daerah mampu mencatatkan pertumbuhan jauh di atas rata-rata nasional. Namun, lima provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi pada triwulan II-2026 kembali seluruhnya berasal dari luar Pulau Jawa.
Lima Besar Masih Didominasi Luar Jawa
Berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Badan Pusat Statistik (BPS), Maluku Utara menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi pada triwulan II-2026, yakni mencapai 15,35% (yoy).
Maluku Utara menjadi satu-satunya provinsi yang bisa tumbuh double digit. Maluku Utara juga sudah membukukan pertumbuhan double digit selama tujuh kuartal terakhir.
Di bawahnya terdapat Nusa Tenggara Barat dengan pertumbuhan 7,41%, disusul Kepulauan Riau sebesar 6,99%, Gorontalo 6,20%, serta Sulawesi Tenggara 6,19%.
Kelima provinsi tersebut menjadi satu-satunya daerah yang mencatat pertumbuhan di atas 6% pada triwulan II tahun ini. Seluruhnya juga berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,29%.
Jarak Antardaerah Masih Lebar
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum terjadi secara merata di seluruh Indonesia.
Sebanyak lima provinsi mampu mencatat pertumbuhan di atas 6%, sementara sebagian besar provinsi lainnya berada di kisaran 4%-6%. Bahkan, Papua Tengah mengalami kontraksi sebesar 15,44%.
Di kelompok bawah terdapat Papua Barat Daya yang tumbuh 2,82%, Kalimantan Timur 3,35%, Papua Pegunungan 3,30%, Papua Barat 3,41%, serta Kalimantan Tengah 3,53%.
Rentang tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi antarwilayah masih bergerak dengan kecepatan yang berbeda, meski ekonomi nasional secara keseluruhan tetap tumbuh di atas 5%.
(mae/mae)
Leave a comment