
Daftar Isi
Jakarta, CNBC Indonesia – Industri kecantikan Indonesia memiliki persaingan yang ketat. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah brand kecantikan lokal bahkan memutuskan menghentikan bisnisnya.
Terbaru, Crystallure yang berada di bawah naungan PT Paragon Technology and Innovation mengumumkan akhir perjalanannya pada Agustus 2026 setelah lebih dari enam tahun hadir di industri kecantikan.
Berikut daftar tujuh brand kecantikan lokal yang telah menghentikan bisnisnya:
1. Crystallure
Crystallure menjadi brand kecantikan terbaru yang mengumumkan akhir perjalanan bisnisnya. Merek yang berada di bawah naungan PT Paragon Technology and Innovation tersebut mengucapkan salam perpisahan kepada konsumen melalui akun Instagram resmi @crystallurebeauty pada Agustus 2026.
“Kini, saat kita memasuki bulan Agustus 2026, tiba saatnya bagi kita untuk berpamitan dan membawa kisah kita menuju babak terakhir,” tulis Crystallure.
Crystallure pertama kali meluncurkan produk skincare pada Oktober 2019 melalui Crystallure Supreme Revitalizing Rich Cream. Selama lebih dari enam tahun perjalanan bisnisnya, Crystallure mencatat telah meluncurkan sebanyak 27 produk.
Brand tersebut juga mengungkap telah menjual lebih dari 182.253 produk secara online sejak 2019, dengan rata-rata penjualan mencapai 2.196 produk setiap bulan. Crystallure menyampaikan terima kasih kepada para konsumen yang telah menggunakan produk mereka selama enam tahun terakhir.
“Kami mungkin harus mengucapkan selamat tinggal pada produk-produk kami, namun kami akan selalu bersyukur atas kehadiran para wanita yang membuat perjalanan ini begitu berkesan,” tulis Crystallure dalam unggahannya.
“Terima kasih telah mendampingi kami di setiap langkah. Sampai jumpa lagi!”
Meski memastikan perjalanan brand telah memasuki babak terakhir, Crystallure tidak mengungkap alasan di balik keputusan tersebut.
Crystallure merupakan salah satu brand yang dikembangkan oleh Paragon. Perusahaan menyebut Crystallure sebagai lini skincare dengan teknologi Gold-Peptide Crystals dan Amino Ectoin.
2. SYCA
SYCA merupakan merek kosmetik dan perawatan kulit lokal yang didirikan pada 2019 oleh Pamela Wirjadinata dan Monica Tan.
Sejak berdiri, SYCA cukup populer di kalangan beauty enthusiast. Salah satu produk yang menjadi andalannya adalah lip tint. Nama SYCA juga sempat mencuri perhatian setelah berkolaborasi dengan serial populer Emily in Paris.
Namun, pada 30 September 2024, SYCA mengumumkan akan mengakhiri perjalanannya di industri kecantikan Indonesia melalui akun Instagram @syca.official.
“Dengan berat hati, kami harus mengumumkan bahwa perjalanan SYCA akan berakhir. Ini bukanlah keputusan yang mudah, tetapi kami percaya ini sudah waktunya untuk membuka lembaran baru,” tulis SYCA.
Menjelang penutupan, SYCA menggelar penjualan cuci gudang besar-besaran. Pada 31 Oktober 2024, brand tersebut resmi berpamitan. Situs web, official store di e-commerce, hingga media sosialnya juga tidak lagi aktif.
3. Runa Beauty
Runa Beauty menjadi brand kecantikan lokal lainnya yang menutup bisnis pada 2024. Melalui akun Instagram @madebyruna, mereka menyampaikan terima kasih kepada konsumen yang telah mendukung perjalanan brand tersebut sejak berdiri pada 2019.
Menjelang penutupan, Runa Beauty juga mengadakan farewell sale atau diskon perpisahan untuk para konsumennya.
Salah satu produk yang cukup dikenal dari Runa Beauty adalah cleansing butter, produk pembersih yang digunakan untuk mengangkat sisa riasan di wajah.
Keputusan Runa Beauty mengakhiri perjalanan bisnisnya pun sempat mengejutkan beauty enthusiast, terutama konsumen yang selama ini menggunakan produk pembersih wajah mereka.
4. Beet Beauty
Beet Beauty juga menjadi salah satu merek kecantikan lokal yang harus mengakhiri perjalanan bisnisnya. Brand yang ketika itu baru berusia sekitar tiga tahun tersebut mengumumkan kabar perpisahan pada awal November 2024.
Sebagai bagian dari perpisahan dengan konsumennya, Beet Beauty menggelar diskon besar-besaran untuk sejumlah produk, termasuk Lip Blanket dan Lip Blaze.
Beet Beauty didirikan oleh dua perempuan yang awalnya merupakan beauty enthusiast sebelum kemudian terjun menjadi beauty entrepreneur dan membangun merek kecantikan sendiri.
5. Noolab
Beberapa bulan sebelum SYCA menutup bisnisnya, Noolab sudah lebih dahulu mengumumkan penghentian produksi. Kabar tersebut disampaikan melalui akun Instagram @noolabofficial pada 15 Mei 2024. Noolab kemudian resmi berhenti menjual produknya pada 5 Juni 2024.
“Sedih banget, tapi Mimin harus ucapin goodbye buat warganool,” tulis Noolab saat itu.
Berbeda dengan beberapa brand lainnya, Noolab mengungkap alasan di balik keputusan tersebut. Brand skincare lokal ini menyebut nama mereknya ditolak untuk kedua kalinya dalam proses pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Sebelumnya, mereka juga pernah mengalami penolakan ketika mengajukan merek dengan nama Noola. Sebelum berhenti beroperasi, Noolab menghabiskan stok produk yang tersisa dengan memberikan diskon hingga 60%.
6. Innertrue
Innertrue lebih dahulu mengakhiri perjalanan bisnis skincare-nya sebelum gelombang penutupan sejumlah brand lokal pada 2024. Melalui akun Instagram @innertrue pada 15 Juni 2023, perusahaan menyampaikan terima kasih kepada konsumen yang telah menjadi bagian dari perjalanan mereka.
“Innertrue mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua yang telah menjadi bagian dari perjalanan kami,” tulis Innertrue.
Perusahaan mengatakan keputusan tersebut dibuat setelah melalui pertimbangan selama satu tahun. Innertrue akhirnya memutuskan mengubah arah bisnis dan tidak lagi memproduksi skincare.
Penjualan produk melalui official store berakhir pada 16 Juli 2023. Kemudian pada 31 Juli 2023, Innertrue resmi berpamitan dari industri skincare Indonesia.
7. Aeluna Beauty
Aeluna Beauty merupakan brand kecantikan yang didirikan oleh dua influencer Indonesia, yakni Almiranti Fira sebagai CEO dan Co-Founder serta Nadya Aqilla sebagai CMO dan Co-Founder.
Aeluna mengusung konsep skincare-infused makeup, yakni produk riasan yang tidak hanya berfokus pada tampilan tetapi juga menawarkan manfaat perawatan kulit. Salah satu produk yang menjadi andalan Aeluna adalah lip oil yang berfungsi membantu melembapkan sekaligus mempercantik tampilan bibir.
Namun, Aeluna tidak melanjutkan perjalanan bisnisnya. Brand tersebut mengumumkan perpisahan pada awal Desember 2024, menjadikannya salah satu merek kecantikan lokal yang menutup bisnis pada tahun tersebut
(hsy/hsy)
Leave a comment