Home Finance Minyak Ambles, Harga Emas & Perak Langsung Terbang Lagi
Finance

Minyak Ambles, Harga Emas & Perak Langsung Terbang Lagi

Share
Minyak Ambles, Harga Emas & Perak Langsung Terbang Lagi
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Harga emas bangkit dan melonjak hampir 2% pada perdagangan Senin (2/11/2026).

Kenaikan ini ditopang oleh penurunan harga minyak yang meredakan kekhawatiran inflasi, sementara investor menanti pemilihan sela Amerika Serikat (AS) pada pekan ini.

Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Senin (2/11/2026) ditutup di posisi US$ 3947,6 per troy ons. Harganya terbang 1,9%.

Kenaikan ini menjadi kabar baik setelah harganya jatuh 3,6% pada Jumat.

Pada hari ini, harga emas nyaris stagnan. Pada hari ini, Selasa ( 3/11/2026) pukul 06.53 WIB, harga emas melemah tipis 0,03% ke US$ 3946,44 per troy ons.



Wakil Presiden sekaligus Kepala Strategi Logam Senior Zaner Metals, Peter Grant, mengatakan penurunan harga minyak memberikan sedikit kelegaan bagi pasar karena meredakan kekhawatiran inflasi.

Harga minyak mentah dunia anjlok lebih dari 7% pada Senin (2/11/2026), seiring meningkatnya harapan berakhirnya perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran setelah perundingan damai melibatkan pejabat Iran dan Qatar.

Minyak mentah Brent ditutup turun 7,63% ke US$104,77 per barel. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) AS merosot 7,36% ke US$96,46 per barel.

“Penurunan harga minyak memberikan sedikit kelegaan bagi pasar karena meredakan kekhawatiran inflasi. Namun, pasar masih memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga pada Desember, meskipun peluangnya sedikit menurun dalam beberapa sesi perdagangan terakhir,” ujar Peter Grant, Wakil Presiden sekaligus Kepala Strategi Logam Senior di Zaner Metals, dikutip dari Refinitiv.

Ia menambahkan, pelemahan dolar AS juga turut memberikan dukungan bagi harga emas.

Namun, pasar masih memperkirakan Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga pada Desember, meskipun probabilitasnya sedikit menurun dalam beberapa sesi perdagangan terakhir. Pelemahan dolar AS juga turut menopang harga emas.

Berdasarkan CME Group FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga AS pada Desember mencapai 77%, turun dari 80% pada pekan sebelumnya.

Pada Jumat, aksi jual saham teknologi dan perusahaan terkait kecerdasan buatan (AI) merembet ke berbagai pasar. Analis menyebut, permintaan tambahan jaminan atau margin call memicu penjualan aset lindung nilai, termasuk emas.

 

Indikator Relative Strength Index (RSI) emas untuk periode 14 hari naik ke sekitar 37 pada Senin, dari posisi di bawah 30 pada Jumat. Angka tersebut mengindikasikan emas mulai keluar dari kondisi oversold atau jenuh jual secara teknikal.

Perhatian investor kini beralih ke pemilihan sela AS pada 3 November untuk menilai potensi dampaknya terhadap kebijakan fiskal, geopolitik, dan sentimen pasar secara luas.

Analis Julius Baer, Carsten Menke, menilai hasil pemilu kemungkinan tidak akan mengubah kondisi fiskal AS secara signifikan. Defisit anggaran diperkirakan tetap berlanjut terlepas dari hasil pemilu, sehingga beban utang dan bunga pemerintah AS masih berpotensi menjadi faktor pendukung harga emas dalam jangka panjang.

Harga perak juga membaik.

Merujuk Refinitiv, harga perak pada perdagangan Senin (2/11/2026) ditutup di posisi US$ 50,63 per troy ons. Harganya melonjak 3,1%.

Kenaikan ini menjadi kabar baik setelah harganya ambruk 6,36% pada Jumat.

Pada hari ini, harga perak melandai. Pada hari ini, Selasa ( 3/11/2026) pukul 06.59 WIB, harga perak melemah 0,02% ke US$ 50,62 per troy ons.’



Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *