Home Finance Ini Titik Tsunami di Jakarta 1,8 Meter Usai Megathrust Meledak
Finance

Ini Titik Tsunami di Jakarta 1,8 Meter Usai Megathrust Meledak

Share
Ini Titik Tsunami di Jakarta 1,8 Meter Usai Megathrust Meledak
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berulang kali mengungkapkan potensi ancaman Megathrust di Indonesia. Ini disebabkan Indonesia berada di Cincin Api Pasifik alias Ring of Fire.

Indonesia berada di pertemuan 3 lempeng utama dunia yaitu Indo Australia, Pasifik, dan Eurasia. Dampaknya, Indonesia memiliki 14 segmen Megathrust, yaitu sumber gempa yang mampu memicu gempa dahsyat.

Peneliti dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN Nuraini Rahma Hanifa mengungkapkan salah satu segmen Megathrust yang rawan meledak adalah Pantai Selatan Jawa hingga memanjang ke Selat Sunda. Apabila pecah, segmen Megathrust ini bisa memicu gempa dahsyat hingga M 8,7 dan tsunami setinggi 20 meter.

Menurut Rahma, tsunami yang dihasilkan juga akan sampai ke Jakarta. Kisarannya antara 1 sampai 1,8 meter.

“Contoh untuk segmen yang M 8,7 di Selatan Pangandaran. Jadi kalau dilihat ini kan jaringan dan perjalanan gelombang. Dari sumber (Megathrust) dia kemudian terus masuk ke Selat Sunda,” kata dia saat berbincang dengan CNBC Indonesia beberapa waktu lalu dikutip Minggu (8/11/2026).

“Begitu masuk lewat Selat Sunda karena kan riak gelombang menjalar ke segara arah, kemudian masuk ke Jakarta. Nah ini bisa sampai Jakarta kira-kira (ketinggian tsunami) 1 meter sampai 1,8 meter,” terang dia.

Dia menjelaskan dorongan tsunami besar dari selatan Jawa menuju utara makin lama makin berkurang. Tsunami akan melewati pesisir Selatan Jawa, lalu pesisir Banten dan Lampung serta masuk Jakarta. Menurut perhitungannya, tsunami tersebut akan tiba di Jakarta 2,5 jam. Dia mengatakan hanya daerah pesisir utara Jakarta saja yang akan terkena tsunami 1,8 meter.

“2,5 jam tsunami tiba. Kalau Jawa bagian selatan 40 menit sudah sampai, Lebak itu 18 menit. Oke, yang kena imbas itu pertama kali adalah wilayah Jakarta Utara ya,” sebutnya.

Sebelumnya Nuraini dalam ulasannya menyebutkan, segmen Megathrust di selatan Jawa, termasuk Selat Sunda, menyimpan energi tektonik yang signifikan dan berpotensi melepaskan gempa berkekuatan magnitudo 8,7 hingga 9,1.

Dia mengungkapkan, dari hasil simulasi yang dilakukan BRIN bersama tim peneliti dari berbagai institusi, jika tsunami terjadi, ketinggian gelombang diperkirakan dapat mencapai 20 meter di pesisir selatan Jawa, 3-15 meter di Selat Sunda, dan sekitar 1,8 meter di pesisir utara Jakarta.

“Energi yang terkunci di zona subduksi selatan Jawa terus bertambah seiring waktu. Jika dilepaskan sekaligus, goncangan akan memicu tsunami tinggi yang bisa berdampak luas, tidak hanya di selatan Jawa tetapi juga di wilayah pesisir lainnya,” kata Rahma.

Sedangkan untuk daerah perkotaan seperti Jakarta, yang memiliki kepadatan penduduk tinggi dan sedimen tanah yang rentan mengamplifikasi goncangan, upaya mitigasi gempa juga mencakup retrofitting atau penguatan struktur bangunan.

“Retrofitting sangat penting, terutama untuk bangunan di kawasan padat penduduk, karena goncangan kuat berpotensi menyebabkan kerusakan masif dan korban jiwa,” tambahnya.

Berikut rincian 14 zona/segmen megathrust yang disebut dalam materi tersebut, beserta potensi magnitudo maksimumnya (Mmax):

  1. Megathrust Aceh-Andaman – M 9,2
  2. Megathrust Nias-Simeulue – M 8,7
  3. Megathrust Batu – M 7,8
  4. Megathrust Mentawai-Siberut – M 8,9
  5. Megathrust Mentawai-Pagai – M 8,9
  6. Megathrust Enggano – M 8,9
  7. Megathrust Jawa – M 9,1
  8. Megathrust Jawa bagian barat – M 8,9
  9. Megathrust Jawa bagian timur – M 8,9
  10. Megathrust Sumba – M 8,9
  11. Megathrust Sulawesi Utara – M 8,5
  12. Megathrust Palung Cotabato – M 8,3
  13. Megathrust Filipina Selatan – M 8,2
  14. Megathrust Filipina Tengah – M 8,1

(wur/wur)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *