Jakarta, CNBC Indonesia– Di tengah gejolak politik dan ekonomi global, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik optimistis terhadap prospek pertumbuhan pasar modal Indonesia.
BEI mencatat pertumbuhan jumlah investor sepanjang H1-2026 lebih dari 9 juta melanjutkan tren pertumbuhan 2025 yang berhasil mencatatkan penambahan investor baru sebanyak 4,5 juta Single Investor Identification (SID).
Saat ini BEI mencatatkan jumlah investor sebanyak 29,7 juta dengan nilai transaksi tumbuh di atas 30% dimana 58$ disumbang oleh investor ritel. Hal ini cerminan keberhasilan literasi hingga didukung optimisme masyarakat terhadap prospek pasar modal Indonesia ditopang perbaikan transparansi, tata kelola dan integritas pasar.
Dalam menghadapi dinamika pasar, BEI memiliki sejumlah strategi termasuk menghadirkan produk yang relevan dengan kebutuhan pasar seperti ETF Emas, menumbuhkan pasar derivatif hingga mempersiapkan Single Stock Futures dengan underlying Saham yang tercatat di Hong Kong Exchange.
BEI juga memperkuat aturan seperti kebijakan terkait papan pemantauan khusus atau skema Full Call Auction (FCA) yang menjadi bagian dari penguatan perlindungan investor.
Seperti apa strategi BEI memperkuat transformasi dan penguatan pasar modal RI? Bagaimana perkembangan persiapan Demutualisasi Bursa Efek Indonesia? Selengkapnya simak dialog Maria Katarina dengan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik dalam Power Lunch, CNBC Indonesia (Selasa, 28/07/2026)
Leave a comment