Home Finance Harga Emas Rontok Jelang Keputusan The Fed, Semua Cemas!
Finance

Harga Emas Rontok Jelang Keputusan The Fed, Semua Cemas!

Share
Harga Emas Rontok Jelang Keputusan The Fed, Semua Cemas!
Share



Jakarta, CNBC Indonesia – Harga emas turun ke level terendah dalam satu pekan tertekan oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS).

Investor juga menantikan keputusan suku bunga The Federal Reserve malam ini serta pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan moneter.

Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Selasa (28/7/2026) ditutup di posisi US$4027,12 per troy ons. Harganya ambruk1,18%.

Pelemahan ini memutus tren positif emas yang harganya menguat 0,69% dalam dua hari beruntun sebelumnya.

Penutupan kemarin juga menjadi harga emas terendah dalam lima hari terakhir.

Pada hari ini, harga emas masih melandai. Pada Rabu (29/7/2026), harga emas melemah 0,2% ke US$ 4018,8 per troy ons.



Indeks dolar bertahan di level 101,4-101,5 atau level tertinggi dalam satu bulan.

Kondisi ini membuat emas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar negeri.

“Harga energi yang masih tinggi tetap menjadi kekhawatiran inflasi bagi para pejabat The Fed. Ekspektasi bahwa The Fed akan bersikap lebih hawkish telah mendorong proyeksi kenaikan suku bunga dan penguatan dolar AS, sehingga menekan pasar emas,” kata Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger, dikutip dari Refinitiv.

Harga emas telah turun sekitar 24% sejak perang AS-Israel melawan Iran dimulai pada akhir Februari. Pelemahan dipicu oleh kekhawatiran bahwa inflasi akibat perang akan membuat suku bunga tetap tinggi lebih lama.

Meski emas dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi dalam jangka panjang, suku bunga yang lebih tinggi biasanya mengurangi daya tarik logam mulia tersebut karena tidak memberikan imbal hasil.

Pelaku pasar kini menunggu keputusan suku bunga The Fed dan pernyataan Kevin Warsh pada Rabu atau Kamis dini hari waktu Indonesia.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar memperkirakan peluang 71% The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan kali ini, serta peluang 75% terjadi kenaikan suku bunga pada pertemuan September.

Selain itu, data Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat untuk Juni yang akan dirilis Kamis diperkirakan memberikan petunjuk tambahan mengenai arah kebijakan moneter.

Sementara itu, Commerzbank memangkas proyeksi harga emas akhir tahun sebesar US$300 menjadi US$4.500 per troy ons.

Bank tersebut menilai tanpa perubahan ekspektasi suku bunga, kembalinya investor ke ETF emas dan pemulihan harga emas akan sulit terjadi.

Di sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington tengah melakukan pembicaraan yang baik dengan Iran dan peluang tercapainya penyelesaian masih terbuka.

Namun, ia memperingatkan serangan AS akan kembali dilanjutkan jika negosiasi gagal, sementara Iran juga menyampaikan ancaman pembalasan.




Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




Harga perak juga ambruk.

Merujuk Refinitiv, harga perak pada perdagangan Selasa (28/7/2026) ditutup di posisi US$57,15 per troy ons. Harganya jatuh 2,16%.

Pelemahan ini memutus tren positif perak yang harganya menguat 1,27% dalam dua hari beruntun sebelumnya.

Pada hari ini, harga perak masih belum bangkit. Pada Rabu (9/7/2026), harga perak melemah 0,31% ke US$ 56,97 per troy ons.


Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *