Home Finance Terjebak di Death Valley, Turis Tewas Terpanggang Suhu 47 Derajat C
Finance

Terjebak di Death Valley, Turis Tewas Terpanggang Suhu 47 Derajat C

Share
Terjebak di Death Valley, Turis Tewas Terpanggang Suhu 47 Derajat C
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Seorang wisatawan asal Prancis, Pierre Michel Formosa, 68 tahun, meninggal dunia di Taman Nasional Death Valley, California, Amerika Serikat, setelah terjebak di tengah kondisi panas ekstrem yang mencapai 46,6 derajat Celsius. Death Valley adalah kawasan taman nasional di Amerika Serikat yang terkenal sebagai salah satu tempat dengan suhu paling tinggi di bumi.

Melansir BBC, Formosa tengah melintasi Death Valley bersama seorang rekan perjalanan asal Prancis pada Senin (24/8) ketika kendaraan yang mereka gunakan terjebak di lumpur di West Side Road. Keduanya kemudian berusaha mencari bantuan dengan berjalan kaki melintasi dataran garam.




Suasana saat cuaca panas ekstrem di Taman Nasional Death Valley, California, Amerika Serikat (AS), Minggu (7/7/2024). (AP Photo/Ty ONeil)Suasana saat cuaca panas ekstrem di Taman Nasional Death Valley, California, Amerika Serikat (AS), Minggu (7/7/2024). (AP Photo/Ty ONeil) 

Menurut pengelola Taman Nasional Death Valley, Formosa hanya mampu berjalan sekitar 1,3 mil atau sekitar 2 kilometer sebelum tidak dapat melanjutkan perjalanan akibat suhu yang sangat panas. Rekannya kemudian berhasil menghentikan pengendara lain di sekitar lokasi untuk meminta bantuan.

Petugas taman dan polisi melakukan pencarian dan menemukan Formosa pada sore hari. Ia kemudian dinyatakan meninggal dunia. Pihak taman menyebut kematian tersebut terjadi saat Formosa berusaha mencari pertolongan dalam kondisi panas yang menyengat.

Kepala Taman Nasional Death Valley, Mike Reynolds, mengatakan insiden tersebut menjadi pengingat bahwa kondisi di kawasan tersebut dapat berubah menjadi sangat berbahaya dalam waktu singkat.

“Ini adalah pengingat yang memilukan betapa cepatnya kondisi di sini bisa berubah menjadi berbahaya,” ujar Reynolds.

Ia juga menekankan bahwa Death Valley memiliki kondisi alam yang ekstrem. Suhu yang sangat tinggi, jarak yang jauh, serta lokasi yang terpencil dapat menimbulkan risiko serius bagi siapa pun, termasuk wisatawan yang berpengalaman.

“Death Valley adalah tempat yang luar biasa, namun suhu panas, jarak yang jauh, dan lokasinya yang terpencil bisa berbahaya, terlepas dari seberapa besar pengalaman seseorang,” kata Reynolds.

Pihak pengelola taman menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pencarian serta menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan orang-orang terdekat korban.

Sementara itu, petugas koroner akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan penyebab dan cara kematian Formosa.

Gelombang Panas Esktrem

Kematian Formosa terjadi di tengah gelombang panas ekstrem yang melanda berbagai wilayah Amerika Serikat. Suhu tinggi telah memecahkan sejumlah rekor dan menyebabkan jutaan orang menghadapi kondisi cuaca berbahaya, sementara puluhan kematian dilaporkan berkaitan dengan paparan suhu ekstrem.

Peringatan panas ekstrem juga diberlakukan di Death Valley. Kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu lokasi terpanas di dunia dan bahkan menyebut dirinya sebagai “tempat terpanas di Bumi”.

Death Valley tercatat pernah mengalami suhu 57 derajat Celsius pada 1913, yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai rekor suhu udara tertinggi yang pernah tercatat di Bumi.

(hsy/hsy)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *