
Jakarta, CNBC Indonesia – Jawa Timur masih menjadi raja penghasil sapi di Indonesia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah sapi yang ada di Jawa Timur mencapai 3,97 juta ekor, terdiri dari sapi potong dan sapi perah.
Jawa Tengah berada di posisi kedua dengan 1,38 juta ekor, disusul Nusa Tenggara Barat sebanyak 1,34 juta ekor.
Secara keseluruhan, jumlah sapi di Indonesia mencapai 14,05 juta yang terdiri dari 13,55 juta sapi potong dan 0,5 juta sapi perah. Jumlah ini naik 2,1% dibandingkan 2024 ( 13,8 juta).
Raja Sapi Potong dan Perah
Data BPS menunjukkan jumlah sapi potong yang diternakkan di Indonesia tidak hanya terkonsentrasi dalam satu pulau. Dalam daftar 10 provinsi dengan jumlah sapi potong di Indonesia, wilayahnya menyebar dari Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, hingga Sulawesi Selatan.
Jawa Timur ada di peringkat pertama dengan jumlah sapi potong mencapai 3,67 juta disusul dengan Nusa Tenggara Barat (1,34 juta).dan Jawa Tengah (1,29 juta).
Berbeda dengan sapi potong, sapi perah lebih banyak diternak di Pulau Jawa. Jawa Timur juga memegang provinsi dengan jumlah sapi perah terbanyak di Indonesia dengan jumlah 301.735 ekor.
Tiga besar provinsi yang memiliki sapi perah terbanyak ada di Jawa yakni Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Kondisi ini sejalan dengan peran mereka dalam menopang industri pengolahan susu nasional.
Beberapa perusahaan susu nasional menggantungkan pasokannya dari Jawa Timur hingga Jawa Tengah, termasuk PT Sarihusada Generasi Mahardhika (SGM) dan Nestle Indonesia.
Besarnya populasi sapi di suatu daerah tidak hanya menunjukkan banyaknya ternak, tetapi juga mencerminkan besarnya aktivitas ekonomi yang terbentuk di sektor peternakan.
Populasi yang besar membutuhkan rantai usaha mulai dari pembibitan, pakan, pemeliharaan, perdagangan ternak hingga distribusi daging dan produk susu. Karena itu, provinsi dengan jumlah sapi yang tinggi memiliki basis ekonomi peternakan yang lebih besar dibandingkan daerah dengan populasi yang lebih kecil.
Jumlah sapi potong dan perah Indonesia diharapkan terus meningkat untuk memenuhi kebutuhan nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
(dag/dag)
Leave a comment