Home Finance Geger, Nyamuk Naik Pesawat ke Jerman Buat 2 Orang Meninggal
Finance

Geger, Nyamuk Naik Pesawat ke Jerman Buat 2 Orang Meninggal

Share
Geger, Nyamuk Naik Pesawat ke Jerman Buat 2 Orang Meninggal
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Bandara Frankfurt Jerman geger. Hal ini terjadi setelah minggu lalu dua pekerjanya meninggal dunia akibat malaria.

Dikutip BBC International Selasa (1/9/2026), wabah langka tersebut awalnya menyebabkan enam karyawan tertular infeksi serius. Lalu bagaimana hal ini bisa terjadi?

Menurut pejabat kesehatan masyarakat Jerman, hal ini terjadi karena “nyamuk-nyamuk” (yang menjadi penghantar penyakit tersebut), naik pesawat dan tiba di bandara tersibuk di Jerman. Ini memicu wabah yang pertama kali terdeteksi pada bulan Juli lalu itu.

“Perangkap telah dipasang di bandara dan nyamuk yang tertangkap akan dianalisis di laboratorium untuk menentukan spesies serta asal-usulnya,” ujar juru bicara bandara.

“Kami telah memberikan informasi menyeluruh kepada semua karyawan dan mengimbau mereka untuk berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala apa pun,” tambahnya.

Masih melansir BBC International, enam pekerja bandara yang terkena malaria rata-rata berjenis kelamin pria. Namun mereka berada di bidang pekerjaan dan lokasi yang berbeda-beda.

“Saat ini, para pejabat sedang menganalisis sampel darah untuk menentukan apakah mereka terinfeksi oleh satu ekor nyamuk atau enam ekor nyamuk yang berbeda,” kata otoritas.

Pengumuman dua pekerja meninggal datang Rabu pekan lalu. Pejabat kesehatan masyarakat di Frankfurt mengirimkan surat kepada berbagai media terlit hal tersebut.

“Bagi penduduk Frankfurt, risikonya dianggap sangat, sangat rendah. Penyakit ini tidak menular dari orang ke orang, melainkan selalu ditularkan melalui nyamuk,” tambah surat tersebut.

Sebuah lembaga pemerintah federal dan institut penelitian Jerman untuk pengendalian penyakit serta kesehatan masyarakat Robert Koch Institute, sempat mengatakan kasus malaria di Jerman hampir secara eksklusif menyerang pelancong jarak jauh yang terinfeksi di wilayah endemis malaria. Penularan malaria di dalam bandara Jerman merupakan kejadian yang langka.

“Tidak adanya riwayat perjalanan dapat menyebabkan keterlambatan diagnosis. Keterlambatan diagnosis meningkatkan risiko penyakit berkembang menjadi parah,” ungkap institut tersebut dalam buletin epidemiologinya.

Sebelumnya, kasus malaria bandara terakhir terjadi pada tahun 2023, juga di Bandara Frankfurt. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), malaria adalah penyakit yang disebarkan melalui gigitan nyamuk jenis tertentu khususnya Anopheles betina, pada manusia dan paling banyak ditemukan di negara-negara tropis.

Infeksi ini, dapat dicegah dan disembuhkan. Namun, gejalanya bisa bervariasi mulai dari yang ringan hingga yang mengancam jiwa.

(sef/sef)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *