Home Finance Orang Kaya RI Makin Banyak, Ini Prospek Asuransi Berbasis USD
Finance

Orang Kaya RI Makin Banyak, Ini Prospek Asuransi Berbasis USD

Share
Orang Kaya RI Makin Banyak, Ini Prospek Asuransi Berbasis USD
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Minat masyarakat terhadap produk perlindungan berbasis Dolar AS (USD) diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Hal ini seiring dengan kontribusi segmen affluent atau masyarakat kelas atas diperkirakan mencakup sekitar 7% dari total populasi Indonesia.

Meski jumlahnya terbatas, Chief Product Officer Prudential Indonesia Astono Hermawan mengatakan, kelompok ini memiliki kebutuhan perencanaan keuangan yang semakin kompleks. Pasalnya, nasabah affluent memiliki kebutuhan seperti pendidikan internasional, perjalanan global, investasi luar negeri, hingga perencanaan warisan lintas generasi.

Melalui kajian internalnya, Prudential menyoroti pentingnya menjaga daya beli dan relevansi nilai kekayaan di tengah penguatan Dolar AS dan meningkatnya kebutuhan global berbasis USD. Dari kajian tersebut ditemukan bahwa masyarakat High Net Worth membutuhkan diversifikasi mata uang karena adanya kekhawatiran akan nilai kekayaan yang tergerus akibat inflasi, hingga risiko mata uang.

“Saat ini kami melihat semakin banyak nasabah yang tidak hanya fokus pada besarnya manfaat perlindungan, tetapi juga mempertimbangkan bagaimana nilai perlindungan tersebut dapat tetap relevan terhadap kebutuhan masa depan yang semakin global,” ungkap Astono tertulis, dikutip Jumat, (4/9/2026).

Selain faktor globalisasi, tren transfer kekayaan antar generasi juga menjadi pendorong baru bagi masyarakat affluent dalam merencanakan keuangan untuk masa depannya. Banyak keluarga saat ini tidak hanya berfokus pada membangun aset, tetapi juga memastikan nilai kekayaan dan perlindungan yang dimiliki dapat diwariskan secara optimal kepada generasi berikutnya.

“Nasabah kini tidak hanya mencari pertumbuhan aset, tetapi juga produk perlindungan yang mampu menjaga ketahanan finansial keluarga dalam jangka panjang seperti produk PRUFuture USD dari Prudential Indonesia,” jelas Astono.

Untuk diketahui, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat kenaikan pendapatan premi asuransi sebanyak 8,2% year on year (yoy) pada paruh pertama tahun 2026.

Sebagai rincian, total pendapatan premi industri asuransi jiwa mencapai Rp94,75 triliun. Seiring dengan itu, jumlah polis juga ikut bertumbuh 7,7%. 22,44 juta polis.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *