Home Finance Bagikan Kisah Inspiratif, CT Ungkap Masa Sulit di Jaman Kuliah
Finance

Bagikan Kisah Inspiratif, CT Ungkap Masa Sulit di Jaman Kuliah

Share
Bagikan Kisah Inspiratif, CT Ungkap Masa Sulit di Jaman Kuliah
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Founder & Chairman CT Corp, Chairul Tanjung buka-bukaan soal perjalanan hidupnya kepada generasi muda di Lampung Financial Festival 2026.

Dalam sesi Inspirational Talks, CT mengungkap bahwa sebelum sukses seperti saat ini, ia pernah mengalami periode sulit. Artinya, keberhasilan yang diraih CT hingga menjadi pengusaha besar dilalui dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah.

“Sukses bukan sesuatu yang mudah, semua harus diperjuangkan. Tidak seperti membaik telapak tangan, diperjuangkan dengan susah payah,” ujarnya dalam Lampung Financial Festival, Novotel Bandar Lampung, Sabtu (5/9/2026).

Ia bercerita, saat awal kuliah di Universitas Indonesia, uang saku yang diterimanya dari orang tua sebesar Rp45 ribu untuk 1 Tahun. Hal ini tentunya sangat menyedihkan, karena kondisi keluarga CT kala itu tergolong miskin.

Terlebih saat mengetahui, uang saku yang diterima CT tersebut dari hasil menggadaikan kain. Hal itu sontak membuatnya sedih dan bertekat untuk tidak lagi meminta uang ke orang tuanya. “Akhirnya saya tahu, akhirnya saya ubah pola pikir saya,” terangnya.

Dari situ ia putar otak dan berpikir bagaimana menghasilkan uang, demi memenuhi kebutuhan hidup dan biaya kuliah. Berbagai ide dan jiwa bisnis pun muncul, salah satunya mengambil selisih harga dari membuat buku praktikum mahasiswa.

Ia mendatangi teman yang punya percetakan atau foto copy kecil untuk bekerja sama. Karena ujarnya biaya foto copy per lembar cukup mahal yang di patok kala itu Rp500 untuk 1 buku. Namun kawannya berani mengambil keuntungan tipis sebesar Rp150.

“Karena teman saya ga ambil keuntungan besar, Rp150 saja, saya balik ke Kampus, saya jual Rp300, dan semua pesan sama saya,” ungkap CT.

Hal ini semakin membuat CT percaya diri, bahwa dengan kemauan dan tekat yang kuat, semua bisa dilakukan dengan mudah.

Tak berhenti di situ, CT juga mencari peluang lain dengan menjual kaos, tas, sticker, dan sebagainya. Hal ini membuatnya menjadi satu-satunya pengusaha di dalam kampus.

Selain itu ide lain juga terus tumbuh dengan membawa mesin foto copy ke dalam kampus. Ide ini muncul karena lokasi tempat foto copy lumayan jauh.

“Saya cari tukang mesin foto copy, bagi hasil, tiap pulang saya cek, terus berkembang hingga sampai hari ini,” ujarnya.

(dpu/dpu)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *