Home Finance Telkom Tak Tutup Pintu Merger Mitratel-TBIG
Finance

Telkom Tak Tutup Pintu Merger Mitratel-TBIG

Share
Telkom Tak Tutup Pintu Merger Mitratel-TBIG
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) buka suara terkait rencana konsolidasi bisnis menara. Seperti diketahui, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel dikabarkan akan merger dengan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan melalui anak usahanya Mitratel, Grup Telkom terbuka pada setiap peluang untuk memperbaiki landscape industri.

“Khususnya di bidang tower atau industri tower, Telkom Group melalui Mitratel itu selalu siap beradaptasi dan terbuka ke dalam setiap opportunity atau peluang untuk memperbaiki landscape industri tersebut,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Senin (7/9/2026).

Dian memaparkan, aksi korporasi yang akan dilakukan pada bisnis menara ini serupa dengan bisnis telekomunikasi yang mana proses konsolidasi merupakan fase alami dalam rangka pematangan industri atau penyehatan industri, terutama pada sektor yang memerlukan kapital intensif yang tinggi dan membutuhkan investasi jangka panjang yang besar.

“Jadi proses konsolidasi di dalam industri itu bisa mendorong terjadinya efisiensi yang lebih tinggi, juga membuka peluang kolaborasi atau kerja sama yang mempercepat pemerataan akses digital,” sebutnya.

Akan tetapi Dian menekankan aksi korporasi tersebut harus tetap berfokus pada penguatan bisnis dan juga penciptaan nilai jangka panjang, bukan saja di Mitratel tetapi juga terhadap Telkom Group secara keseluruhan.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan Dan Manajemen Risiko Telkomsel Daru Mulyaman mengatakan manajemen memiliki kajian yang positif terhadap konsolidasi tersebut. Dengan besaran porsi pasar yang dimiliki oleh seluruh operator seluler akan mendorong operator seluler untuk semakin rasional, fokus pada profitabilitas dan pertumbuhan bisnis.

“Kami melihat hal ini dapat mendorong kompetisi yang lebih sehat dan pertumbuhan industri yang semakin berkelanjutan. Ke depan, kami percaya bahwa inisiatif terkait simplifikasi produk di starter pack maupun renewal akan turut membawa industri ke arah yang lebih stabil meskipun kondisi makroekonomi tetap perlu diperhatikan,” tutupnya.

Sebagai informasi, belum lama ini, Mitratel dikabarkan akan merger dengan TBIG. Pihak Mitratel juga telah meminta penasihat mengajukan rencana kemungkinan merger tersebut.

Kabar serupa juga pernah terdengar pada 2015 lalu. Namun transaksi tidak terjadi setelah tidak mendapatkan persetujuan lebih lanjut.

Telkom Indonesia menyatakan Mitratel melakukan evaluasi berkala pada opsi strategis pada pengembangan bisnis dan penciptaan nilai jangka panjang. Namun tiak ada konfirmasi lebih lanjut soal kabar tersebut.

(mkh/mkh)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *