
Jakarta, CNBC Indonesia- Sejumlah sentimen global terkait gejolak geopolitik Timur Tengah, kenaikan inflasi hingga arah kebijakan suku bunga The Fed masih akan menjadi perhatian pelaku pasar keuangan hingga mempengaruhi kinerja bisnis berbagai sektor termasuk bisnis perbankan di 2026.
Menilik volatilitas yang masih tinggi, Cluster CFO Indonesia & ASEAN Markets (AU,BN & PH) Standard Chartered, Dina Middin menilai prospek pertumbuhan ekonomi RI yang masih akan positif hingga akhir tahun 2026 begitupula dengan outlook perbankan yang positif ditopang masih kuatnya konsumsi domestik dan dukungan program pemerintah yang mendorong permintaan kredit.
Meski demikian kondisi suku bunga global yang volatile membuat sektor swasta menahan ekspansi dan permintaan kredit sambal terus mencermati arah kebijakan pemerintah hingga pergerakan pasar.
Seperti apa banker melihat tantangan dan prospek bisnis perbankan di akhir tahun 2026? bagaimana perbankan melihat arah kebijakan suku bunga The Fed dan BI serta efeknya kepada likuiditas perbankan?
Selengkapnya simak dialog Crysania Suhartanto dengan Cluster CFO Indonesia & ASEAN Markets (AU,BN & PH) Standard Chartered, Dina Middin dalam Power Lunch, CNBC (Selasa, 08/09/2026)
Leave a comment