Home Finance S&P Pertahankan Rating BRI di BBB: Kredit Ngebut, Aset Membaik
Finance

S&P Pertahankan Rating BRI di BBB: Kredit Ngebut, Aset Membaik

Share
S&P Pertahankan Rating BRI di BBB: Kredit Ngebut, Aset Membaik
Share


Jakarta, CNBC Indonesia – S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) pada level BBB/Stable/A-2.

Peringkat tersebut terdiri atas rating jangka panjang BBB, prospek stabil, dan rating jangka pendek A-2. Rating BRI berada pada level yang sama dengan peringkat kredit Indonesia.

Dalam laporan tertanggal 8 September 2026, S&P menegaskan publikasi tersebut merupakan pembaruan berkala dan bukan tindakan pemeringkatan baru. Rating BBB/Stable/A-2 yang dimiliki BRI saat ini berlaku sejak 18 Januari 2024.

Prospek stabil mencerminkan pandangan S&P bahwa BRI mampu mempertahankan posisi pasar yang kuat dan permodalan sehat selama dua tahun mendatang. Basis simpanan ritel yang stabil serta fokus menghimpun dana murah juga dinilai dapat menopang likuiditas dan margin perseroan.


Penilaian tersebut menunjukkan kekuatan utama BRI berada pada posisi bisnis, kemampuan menghasilkan laba, kapitalisasi, serta likuiditas. Sementara itu, posisi risiko yang berada pada kategori moderat menjadi salah satu faktor yang menahan profil kredit mandiri perseroan.

Peringkat BRI juga memiliki hubungan erat dengan peringkat Indonesia. S&P menilai terdapat kemungkinan sangat tinggi bahwa pemerintah akan memberikan dukungan luar biasa kepada BRI apabila dibutuhkan.

Karena itu, pergerakan rating BRI diperkirakan berjalan searah dengan rating negara.

Kredit BRI Tumbuh di Atas Industri

Selain pemeringkatan, S&P menyoroti pertumbuhan kredit BRI yang berpeluang melampaui ekspektasi pada 2026.

Manajemen BRI telah menaikkan target pertumbuhan kredit menjadi 8%-10%, dari sebelumnya 7%-9%. Pemulihan bisnis mikro dan kenaikan pembiayaan kepada badan usaha milik negara menjadi pendorong utama.

Kredit BRI tumbuh 16,2% secara tahunan atau year-on-year pada semester I-2026. Pertumbuhan tersebut melampaui industri perbankan yang berada di level 12,7%.

Kredit korporasi bahkan melonjak 47,1%, terutama berasal dari pembiayaan kepada perusahaan pelat merah.


Bisnis mikro BRI juga mulai pulih setelah mengalami penurunan selama beberapa kuartal. Perbaikan berlangsung setelah perseroan memperketat proses penyaluran kredit dan mempercepat penghapusbukuan pinjaman bermasalah.

Pengelolaan risiko kredit mikro BRI mencakup pemeriksaan langsung secara wajib, penggunaan petugas khusus sepanjang siklus kredit, serta penguatan penagihan di lapangan.

Kualitas aset turut menunjukkan perbaikan. Rasio loan at risk turun menjadi 9,1% pada akhir Juni 2026, dari 9,6% pada akhir 2025.

S&P memperkirakan BRI akan tetap mengutamakan pertumbuhan berkualitas. Profitabilitas dan permodalan yang sehat dinilai menyediakan bantalan terhadap risiko kualitas aset.

Ekspansi Kredit Bisa Tekan Margin

Berbagai program pemerintah diperkirakan terus mendorong pertumbuhan kredit bank-bank BUMN, termasuk BRI, selama satu hingga dua tahun mendatang.

Namun, ekspansi tersebut bukan tanpa risiko. Pembiayaan kepada perusahaan BUMN umumnya menawarkan imbal hasil lebih rendah sehingga dapat menekan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) dan profitabilitas BRI.

Kenaikan suku bunga kebijakan juga berpotensi menambah tekanan. Bunga deposito dapat menyesuaikan lebih cepat, sedangkan perubahan bunga kredit wholesale biasanya harus dinegosiasikan dengan setiap debitur.

Tekanan margin dapat berkurang apabila pemulihan kredit mikro terus berlanjut. Kredit mikro menawarkan imbal hasil lebih tinggi dibandingkan pembiayaan korporasi.

Pergeseran portofolio kredit korporasi ke perusahaan swasta juga berpeluang memperbaiki margin. Debitur swasta saat ini menyumbang sekitar 57% dari keseluruhan kredit korporasi BRI.


S&P memperkirakan pertumbuhan kredit BRI tetap solid hingga 2027. Namun, pertumbuhan tersebut diproyeksikan berjalan bersamaan dengan tekanan terhadap margin dan rasio permodalan.

NIM BRI diperkirakan berada pada rentang 7,7%-8,1% pada 2026, dibandingkan 8,1% pada 2025. Return on assets diproyeksikan mencapai 2,4%-2,8%.

Di sisi lain, kualitas aset diperkirakan terus membaik. Rasio aset bermasalah bruto diproyeksikan turun menjadi 7%-7,5% pada 2026 dan 6,5%-7% pada 2027.

Risk-adjusted capital ratio diperkirakan turun menjadi 13%-13,5% pada 2026 dan 12,5%-13% pada 2027. Meski menurun, proyeksi tersebut masih berada di atas ambang 10% yang menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian S&P.

Skenario Perubahan Rating BRI

S&P dapat menurunkan rating BRI satu tingkat apabila peringkat Indonesia diturunkan atau profil kredit mandiri BRI dipangkas dua tingkat.

Profil kredit mandiri tersebut dapat direvisi turun apabila risk-adjusted capital ratio secara berkelanjutan berada di bawah 10%, disertai penurunan laba dan memburuknya kualitas aset.

Risiko itu dapat muncul apabila pertumbuhan kredit lebih tinggi dari perkiraan tanpa diimbangi pembentukan modal yang memadai atau jika profitabilitas turun tajam.

Sebaliknya, peluang kenaikan rating BRI terutama bergantung pada peringkat Indonesia. S&P dapat menaikkan rating BRI satu tingkat apabila lembaga pemeringkat tersebut melakukan tindakan serupa terhadap rating negara.

Secara keseluruhan, S&P menilai BRI memiliki posisi pasar kuat, profitabilitas sehat, kapitalisasi memadai, dan basis dana ritel stabil. Namun, perseroan tetap menghadapi tantangan berupa tekanan margin, pertumbuhan kredit yang terlalu agresif, serta risiko pelemahan kualitas aset dan permodalan.

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls)

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *