Home Finance Selamat Bekerja Menkeu Suahasil, The Fed-Perang Jadi Ujian RI Hari Ini
Finance

Selamat Bekerja Menkeu Suahasil, The Fed-Perang Jadi Ujian RI Hari Ini

Share
Selamat Bekerja Menkeu Suahasil, The Fed-Perang Jadi Ujian RI Hari Ini
Share

Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar keuangan Indonesia kompak berakhir di zona merah. Baik pasar saham ataupun rupiah melemah.

Pasar keuangan Indonesia diharapkan bisa bangkit hari ini. Selengkapnya mengenai proyeksi sentimen pasar hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (14/9/2026) ditutup melemah 0,1% ke 6534,69.

IHSG bergerak berfluktuatif seiring dengan kabar pergantian Menteri Keuangan dari sebelumnya dijabat oleh Purbaya Yudhi Sadewa menjadi Suahasil Nazara.

Indeks dibuka pada level 6.533,87, kemudian sempat menguat hingga menyentuh level tertinggi 6.550,00. Namun, tekanan jual membuat IHSG merosot tajam hingga mencapai level terendah harian di 6.371,40.

Dengan demikian, terdapat rentang pergerakan sebesar 178,60 poin antara level tertinggi dan terendah IHSG sepanjang perdagangan.

Menariknya, setelah menyentuh titik terendah tersebut, IHSG berbalik menguat secara signifikan hingga kembali ke level 6.534,69 pada penutupan perdagangan.

Hal tersebut beriringan dengan pergantian sosok yang menjadi bendahara negara RI.

Dari posisi terendah 6.371,40, IHSG berhasil mengalami pemulihan sebesar 163,29 poin atau sekitar 2,56% hingga penutupan.

Penguatan pada paruh akhir perdagangan tersebut membuat pelemahan IHSG yang sempat cukup dalam akhirnya terpangkas menjadi hanya 0,10%.

Pergerakan pasar juga menunjukkan tekanan yang masih cukup terasa pada mayoritas saham.

Tercatat sebanyak 219 saham menguat, sementara 429 saham melemah, dan 141 saham lainnya stagnan. Sementara itu, kapitalisasi pasar Bursa saham tercatat mencapai sekitar Rp11.396 triliun.


Dari sisi aktivitas transaksi, volume perdagangan saham tercatat mencapai 35,7 miliar saham. Sementara itu, nilai transaksi di pasar saham mencapai Rp 18 triliun, dengan frekuensi transaksi sebanyak 2,12 juta kali.

Dari pasar mata uang, nilai tukar rupiah berbalik melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), di tengah pergerakan indeks dolar AS yang kian perkasa.

Merujuk data Refinitiv, rupiah ditutup melemah 0,31% ke posisi Rp17.640/US$ pada perdagangan Senin (14/9/2026).

Pelemahan ini melanjutkan tekanan rupiah setelah pada perdagangan Jumat (11/9/2026) juga mengakhiri perdagangan dengan terkoreksi 0,31% ke level Rp17.585/US$.

Pergerakan rupiah kemarin masih dibebani oleh penguatan dolar AS. Dolar AS naik di tengah sikap pelaku pasar yang kini menanti keputusan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) pada Kamis (17/9/2026) dini hari waktu Indonesia, serta keputusan Bank of Japan (BOJ) pada Jumat.


Penguatan dolar AS juga ditopang oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Tekanan terhadap rupiah juga sempat disinggung Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti. Ia mengatakan rupiah sebenarnya sempat bergerak lebih kuat dalam beberapa hari terakhir, bahkan nyaris menyentuh area Rp17.400/US$.

“Sebenarnya beberapa hari lalu, kita sudah di Rp17.500-an dan bahkan hampir menyentuh Rp17.400-an. Namun demikian, gejolak global memburuk, karena perang Iran-AS makin meningkat, kita (rupiah) agak tertekan dalam 2 hari terakhir. Tetapi alhamdulillah masih di level Rp17.600-an,” ujar Destry dalam rapat kerja dengan DPD RI, Senin (14/9/2026).

Dari pasar obligasi, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun stagnan di 7,16% pada Senin kemarin. Kendati tak berubah, posisi imbal hasil saat ini adalah yang tertinggi sejak awal bulan.

Dari pasar saham AS, bursa Wall Street kompak ambruk pada perdagangan Senin atau Selasa dini hari waktu Indonesia.

Indeks jatuh di tengah sikap investor yang memantau perubahan besar dalam rencana penawaran umum perdana (IPO) perusahaan-perusahaan kecerdasan buatan (AI), di tengah meningkatnya kekhawatiran soal keamanan AI. Investor juga mencermati pergerakan imbal hasil (yield) Treasury dan harga minyak terbaru.

Indeks pasar luas tersebut turun 0,48% dan ditutup di level 7.619,98. Sementara itu, Nasdaq Composite melemah 0,56% menjadi 26.186,41. Dow Jones Industrial Average melandai 152,09 poin atau 0,29% menjadi 52.421,20.

Pada titik terendah perdagangan, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing sempat turun 0,8% dan 1,3%, sementara Dow merosot hampir 300 poin atau sekitar 0,6%.

 

Saham-saham global yang terkait AI ikut tertekan setelah CEO Anthropic Dario Amodei menyerukan perlambatan pengembangan kemampuan AI. Sejumlah tokoh besar di industri teknologi turut mendukung usulan tersebut.

Dalam esainya pada Sabtu, Amodei mengatakan perusahaan-perusahaan AI perlu memperlambat laju inovasi untuk model AI tercanggih mereka karena adanya risiko keselamatan.

Kepada CBS News pada Minggu, ia mengatakan dilema tersulit dari usulan tersebut adalah apa yang akan terjadi jika China tidak melakukan hal yang sama.

Sementara itu, CEO OpenAI Sam Altman mengatakan dalam wawancara pada Sabtu bahwa melakukan IPO tahun ini merupakan langkah yang tidak bijaksana.

Saham Nvidia turun 3%, sedangkan Broadcom dan Advanced Micro Devices (AMD) masing-masing anjlok lebih dari 4%. Intel merosot lebih dari 5%, sementara Marvell Technology turun lebih dari 7%.

“Jelas, pernyataan sejumlah nama besar bahwa percepatan pengembangan model AI terdepan perlu diperlambat bisa menjadi kejutan bagi pasar. Namun, dengan cara tertentu, ini justru terasa seperti sesuatu yang diinginkan pasar,” kata David Wagner, kepala ekuitas di Aptus Capital Advisors, dikutip dari CNBC International.

 

Menurut Wagner, jika belanja modal (capex) melambat, pertumbuhan laba juga kemungkinan ikut melambat. Namun, arus kas bebas (free cash flow) berpotensi meningkat, yang dapat mendorong kenaikan valuasi saham kembali ke level yang terlihat pada Desember 2025.

“Bagaimanapun, pasar tahu bahwa kita sedang memasuki periode yang secara musiman cenderung lemah. Ditambah dengan banyaknya retorika terkait pemilu paruh waktu, kondisi ini dapat menciptakan lingkungan di mana saham terus mengambil jeda,” tambahnya.

Di sisi lain, harga minyak naik setelah Arab Saudi menutup jalur pipa penting yang melewati Selat Hormuz. Namun, harga minyak kemudian turun dari level tertingginya.

Kontrak berjangka minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 1,34% menjadi US$101,39 per barel, sementara minyak Brent naik 1,02% menjadi US$105,68 per barel.

Harga minyak mentah AS menembus US$100 per barel pada pekan lalu untuk pertama kalinya sejak Mei, di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah. Kenaikan harga minyak tersebut turut menekan tiga indeks saham utama AS. Dow bahkan mencatat penurunan mingguan terbesar sejak Maret.

Pekan ini, Federal Reserve (The Fed) akan menggelar rapat kebijakan pada September. Berdasarkan perangkat FedWatch milik CME, pelaku pasar memperkirakan sekitar 92% kemungkinan kenaikan suku bunga.

 

Imbal hasil Treasury melonjak pada Senin menjelang rapat tersebut. Yield Treasury 10 tahun sempat mencapai level tertinggi sejak Oktober 2023.

Namun, pada perdagangan berikutnya yield kembali turun. Yield Treasury 10 tahun terakhir naik sedikit lebih dari 1 basis poin menjadi 4,987%.

Saham Bank of America juga menjadi salah satu titik lemah dalam perdagangan hari itu, dengan penurunan 5%.

Penurunan terjadi setelah CEO Brian Moynihan mengatakan pendapatan dari bisnis perbankan investasi pada kuartal III kemungkinan turun lebih dari 10% dibandingkan tahun lalu, sementara pendapatan dari aktivitas perdagangan diperkirakan relatif datar.

 

 Pasar keuangan Indonesia hari ini akan dibayangi sejumlah sentimen, baik dari dalam ataupun luar negeri.

Sentimen terbesar dari dalam negeri datang dari pergantian posisi menteri keuangan. Sementara itu, perkembangan perang dan rapat  Federal Open Market Commiittee (FOMC) menjadi penggerak sentimen dari luar negeri.

Berikut sentimen penggerak pasar hari ini:

1. Perkembangan perang: Houthi Serang Saudi, Selat Hormuz Kembali Bikin Pasar Minyak Tegang

Kelompok Houthi yang didukung Iran kembali menyerang Arab Saudi pada Senin (14/9/2026), meningkatkan kekhawatiran konflik Timur Tengah meluas dan mengancam pasokan minyak global.

Houthi mengklaim meluncurkan puluhan rudal dan drone ke pangkalan udara militer di Khamis Mushait, Arab Saudi. Serangan disebut sebagai balasan atas serangan udara Saudi di Yaman.

Serangan ini terjadi setelah jalur pipa minyak timur-barat Saudi terganggu akibat serangan pada Jumat. Pipa tersebut memungkinkan ekspor minyak Saudi menghindari Selat Hormuz yang kini diblokade.

Di sisi lain, upaya diplomasi untuk membuka kembali Selat Hormuz juga terancam. Oman menunda pertemuan Iran dan negara-negara Teluk yang sedianya membahas negosiasi pembukaan selat tersebut. Sebelum perang, sekitar 20% ekspor minyak dunia melewati jalur ini.

Harga minyak sempat melonjak lebih dari 4% pada Senin sebelum ditutup sekitar 1% lebih tinggi. Trader memperkirakan penghentian pipa Saudi dalam waktu lama dapat mengganggu hingga 4% pasokan minyak global.

Pada perdagangan Senin (14/9/2026), kontrak berjangka minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 1,34% menjadi US$101,39 per barel, sementara minyak Brent naik 1,02% menjadi US$105,68 per barel.




Ketegangan juga meningkat setelah muncul laporan tanker minyak El Gaia rusak di sekitar Selat Hormuz. Iran menyebut kapal terkena ranjau laut, sementara militer AS mengatakan tanker tersebut terkena rudal Iran.

Iran juga menegaskan Selat Hormuz masih ditutup dan berada di bawah kendalinya, membuat jalur perdagangan minyak dunia tersebut tetap menjadi titik rawan bagi pasar energi global

2. Suahasil Ditunjuk Menkeu, Janjikan APBN Lebih Kredibel

Suahasil Nazara resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa pada Senin (14/9/2026).

Usai dilantik, Suahasil mengatakan fokus utamanya adalah menjaga kesehatan dan kredibilitas APBN agar tetap mampu membiayai program prioritas pemerintah.




Suahasil Nazara menyampaikan keterangan kepada awak media usai dilantik sebagai Menteri Keuangan Masa Jabatan Periode Tahun 2024-2029, di Gedung Juanda, Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (14/9/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)Suahasil Nazara menyampaikan keterangan kepada awak media usai dilantik sebagai Menteri Keuangan Masa Jabatan Periode Tahun 2024-2029, di Gedung Juanda, Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (14/9/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata) Foto: Suahasil Nazara menyampaikan keterangan kepada awak media usai dilantik sebagai Menteri Keuangan Masa Jabatan Periode Tahun 2024-2029, di Gedung Juanda, Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (14/9/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

Suahasil mengatakan arahan utama Presiden kepadanya adalah menjaga keuangan negara, terutama kesehatan dan kredibilitas APBN. Menurutnya, APBN harus mampu menjalankan program-program prioritas pemerintah sekaligus berperan dalam mendorong pertumbuhan dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.

“Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara. Artinya menjaga kesehatannya, menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut,” ujarnya.

“Jadi APBN sebagai bagian dari keuangan negara harus bisa menjalankan program-program prioritas pemerintah, karena itu APBN-nya itu harus sehat. Selain APBN-nya harus sehat, dia juga harus kredibel. APBN itu harus dapat dipercaya,” lanjutnya.




Suahasil menegaskan dirinya akan melanjutkan pekerjaan yang selama ini telah dilakukan oleh Kementerian Keuangan. Dia juga memastikan defisit APBN akan tetap dijaga di bawah batas 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Defisit akan tetap di bawah 3%,” tegasnya.

Lebih lanjut, Suahasil menyebut prioritasnya sebagai Menteri Keuangan adalah memastikan APBN tetap kredibel dan dapat dipercaya oleh publik.

“Prioritasnya adalah menjalankan APBN yang kredibel. Jadi saya akan terus menjalankan APBN yang dapat dipercaya, komunikasi publik yang dapat dipercaya, dan juga akan memastikan bahwa apa yang dilakukan oleh APBN adalah mendukung program prioritas pemerintah,” jelasnya.

Dia menambahkan, program kerja prioritas nasional yang telah menjadi arahan Presiden dan kabinet akan tetap menjadi fokus pemerintah.

3. BI Ingatkan Era Suku Bunga Higher for Longer

Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan rupiah kembali tertekan setelah sempat mendekati level Rp17.400/US$. Pada Jumat (11/9/2026), rupiah melemah 0,31% ke Rp17.585/US$.

Menurut Destry, tekanan terjadi akibat memburuknya sentimen global seiring eskalasi perang Iran-AS. Meski demikian, BI masih memproyeksikan rupiah berada di kisaran Rp17.300-Rp17.800/US$ tahun ini dan tahun depan.

Destry juga mengingatkan era higher for longer menjadi tantangan bagi negara berkembang. Kondisi ini mendorong modal mengalir ke aset negara maju, terutama AS dan sektor teknologi.




Gubernur Bank INdonesia, Destry Damayanti. (YouTube/DPR RI)Gubernur Bank INdonesia, Destry Damayanti. (YouTube/DPR RI) Foto: Gubernur Bank INdonesia, Destry Damayanti. (YouTube/DPR RI)

“Ini bagi negara berkembang kurang menguntungkan. Kondisi seperti ini ada flight to quality aset mereka akan meng-invest-kan ke sektor masih di luar sektor kita yaitu AI, teknologi itu menyebabkan mereka banyak investasi mereka masuk ke sektor mendatangkan return besar,” ujar Destry saat rapat kerja dengan Komite IV DPD RI di gedung DPD pada Senin (14/9/2026).

Ia menambahkan, penguatan dolar dan kenaikan yield obligasi AS menjadi perhatian. Yield Treasury 10 tahun kini mendekati 5%, sementara peluang The Fed menaikkan suku bunga 25 basis poin juga semakin besar.

4. Penjualan Ritel China Agustus 2026

Data penjualan ritel China periode Agustus dijadwalkan dirilis pada Selasa (15/9/2026) pukul 09.00 WIB.

Pertumbuhan penjualan ritel diproyeksikan naik menjadi 0,8% secara tahunan (yoy), dari 0,6% pada Juli. Sementara itu, proyeksi lain menempatkan pertumbuhan di level 1%.



Meski diperkirakan membaik, pertumbuhan tersebut masih menunjukkan konsumsi rumah tangga China belum sepenuhnya pulih. Investor akan mencermati apakah stimulus pemerintah mulai mampu mendorong belanja masyarakat.

Jika realisasi penjualan ritel melampaui ekspektasi, sentimen terhadap saham Asia dan komoditas berpotensi menguat, mengingat besarnya peran China sebagai konsumen komoditas global.

Sebaliknya, pertumbuhan yang kembali mendekati nol dapat memperkuat kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi China dan meningkatkan ekspektasi stimulus tambahan dari pemerintah Beijing.

5. Tingkat Pengangguran China Agustus 2026

China juga akan merilis data tingkat pengangguran Agustus pada Selasa (15/9/2026) pukul 09.00 WIB. Tingkat pengangguran diproyeksikan bertahan di 5,2%.

Belum tersedia konsensus pasar untuk indikator tersebut. Karena itu, perhatian investor akan tertuju pada perubahan angka dibandingkan bulan sebelumnya.

Kenaikan tingkat pengangguran dapat menjadi sinyal bahwa tekanan di sektor industri dan properti mulai merembet ke pasar tenaga kerja. Kondisi ini berpotensi menekan kepercayaan konsumen dan menghambat pemulihan konsumsi domestik.

Sebaliknya, penurunan tingkat pengangguran akan menjadi sinyal positif bagi daya beli masyarakat dan prospek pemulihan ekonomi China.

Bagi pasar Indonesia, kombinasi penjualan ritel yang menguat dan pengangguran yang menurun dapat menjadi katalis positif bagi saham berbasis komoditas, sekaligus memperbaiki sentimen terhadap aset berisiko di kawasan Asia.

6. Utang Luar Negeri Indonesia Juli 2026

Bank Indonesia (BI) dijadwalkan merilis Statistik Utang Luar Negeri Indonesia periode Juli 2026 pada Selasa (15/9/2026). Namun, waktu publikasi data tersebut belum tercantum.

Belum tersedia konsensus maupun proyeksi pasar untuk data ini.

Sebagai gambaran, posisi utang luar negeri Indonesia pada akhir kuartal II-2026 mencapai US$453,4 miliar, tumbuh 4,4% yoy.

Utang luar negeri pemerintah tercatat US$216,3 miliar, sedangkan utang luar negeri swasta mencapai US$194,6 miliar. Rasio utang luar negeri terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) berada di level 30,6%.



Sebagian besar utang tersebut merupakan utang jangka panjang dengan porsi sekitar 82,1% dari total utang luar negeri.

Kenaikan utang yang masih terkendali cenderung tidak memberikan tekanan besar terhadap pasar. Namun, lonjakan utang, terutama jika terjadi pada sektor swasta, dapat meningkatkan perhatian investor terhadap kebutuhan valuta asing dan stabilitas rupiah.

7 Keputusan Suku Bunga AS September 2026

The Fed akan menggelar rapat FOMC pada hari ini dan besok atau Selasa dan Rabu waktu AS.

Keputusan suku bunga The Fed akan diumumkan pada Rabu siang waktu AS atau Kamis (17/9/2026) pukul 01.00 WIB.

Konsensus pasar memperkirakan The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga menuju kisaran 3,75%-4,00% mencapai 92,4%.

Karena kenaikan tersebut sudah cukup diperhitungkan pasar, perhatian investor diperkirakan akan bergeser ke arah kebijakan The Fed selanjutnya.

The Fed juga akan merilis proyeksi ekonomi kuartalan. Ketua The Fed Kevin Warsh sebelumnya menilai publikasi tersebut berpotensi memicu volatilitas karena dapat memberikan sinyal mengenai arah kebijakan moneter ke depan.



Selain proyeksi ekonomi, pidato Warsh dan sesi tanya jawab setelah rapat FOMC akan menjadi perhatian utama investor untuk membaca peluang perubahan suku bunga pada pertemuan berikutnya.

Jika The Fed memberi sinyal bahwa kenaikan suku bunga lanjutan masih diperlukan, dolar AS dan imbal hasil Treasury berpotensi menguat. Kondisi ini dapat menjadi tekanan bagi emas, rupiah, dan saham negara berkembang.

Sebaliknya, jika kenaikan 25 basis poin disertai pernyataan yang lebih dovish, tekanan terhadap aset berisiko dapat mereda dan membuka ruang bagi pemulihan saham, komoditas, serta mata uang negara berkembang.

Berikut agenda ekonomi hari ini:

  • Konferensi pers Menteri Pertanian terkait ekspos hasil pemeriksaan dan temuan beras fortifikasi di Lobby A Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan

  • Job Fair Jakarta Pusat Job Connect 2026 di Gedung Pertemuan, Cempaka Putih, Jakarta Pusat

  • Menteri Perumahan menghadiri rapat penyelesaian kasus LRT City di kantor BP BUMN, Jakarta Pusat

  • Serah Terima Jabatan Menteri Keuangan di Gedung Djuanda Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat

  • Launching Indonesia Friends of Silk Road Club di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat

  • Kementerian Kesehatan menggelar Indonesia Health Partner Meeting di Grand Ballroom Shangri-La Jakarta

  • BI akan mengumumkan data utang luar negeri periode Juli 2026
  • China akan mengumumkan data pengangguran dan ritel periode Agustus 2026
  • Inggris akan mengumumkan data pengangguran Juli 2026

Berikut agenda korporasi hari ini:
RUPS PT Resource Alam Indonesia Tbk
RUPS PT PP (Persero) Tbk
Rencana RupSu emisi SUKUK MUDHARABAH BERKELANJUTAN I WIJAYA KARYA TAHAP I TAHUN 2020
Tanggal DPS Dividen Tunai Interim Central Omega Resources Tbk
Tanggal cum Dividen Tunai Interim PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Tanggal cum Dividen Tunai Interim J RESOURCES ASIA PASIFIK Tbk

Berikut indikator ekonomi terbaru:


Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *