Home Finance BYAN Kasih Pengumuman Penting di Tengah Rumor Akuisisi oleh Haji Isam
Finance

BYAN Kasih Pengumuman Penting di Tengah Rumor Akuisisi oleh Haji Isam

Share
BYAN Kasih Pengumuman Penting di Tengah Rumor Akuisisi oleh Haji Isam
Share




Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menyampaikan pengumuman terkait operasional bisnis batu bara.

Dalam keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bayan mengumumkan keadaan kahar atau force majeure yang berdampak terhadap kewajiban pemenuhan pasokan batu bara kepada pelanggan.

Berdasarkan dokumen bernomor 461/BR-OJK/IX/2026, kejadian tersebut berlangsung pada 11 September 2026. Perseroan bersama tiga anak usahanya, yakni PT Tiva Abadi (TA), PT Tanur Jaya (TJ), dan PT Fajar Sakti Prima (FSP), menyampaikan pemberitahuan keadaan kahar kepada pelanggan.

Bayan menjelaskan, kondisi tersebut terjadi lantaran persetujuan perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 belum diterbitkan.

Padahal, persetujuan perubahan RKAB diperlukan agar anak-anak usaha perseroan dapat menjalankan kegiatan produksi batu bara secara sah.

Belum terbitnya persetujuan tersebut memengaruhi kemampuan perseroan dan anak-anak usahanya untuk memenuhi kewajiban penyediaan batu bara berdasarkan perjanjian pasokan batu bara (Coal Supply Agreement) dengan pelanggan.

“Perseroan dan anak-anak perusahaannya memberitahukan keadaan tersebut di atas sebagai suatu peristiwa Keadaan Kahar/Force Majeure kepada para pelanggannya,” demikian dikutip dari keterbukaan informasi perseroan, dikutip Selasa (15/9/2026).

Bayan menyatakan, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan dampak material terhadap kelangsungan usaha perseroan.

Meski demikian, perseroan berharap pemberitahuan keadaan kahar tersebut dapat meminimalkan risiko dan konsekuensi yang mungkin timbul bagi perseroan maupun anak-anak usahanya.

Rumor Akusisi 

Pengumuman mengenai keadaan kahar tersebut muncul di tengah rumor akuisisi 62% saham Bayan Resources oleh pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam.

Sementara itu, aham emiten milik konglomerat Low Tuck Kwong tersebut kembali mengalami tekanan pada perdagangan Senin (14/9/2026). Saham BYAN anjlok 10,12% atau turun 1.250 poin ke level Rp11.100 per saham.

Bila dibandingkan dengan harga tertinggi pada 18 Agustus 2026, saham BYAN telah mengalami koreksi sekitar 35%. 

Sebagai informasi, saham BYAN melesat pada medio Agustus seiring dengan rumor akuisisi yang akan dilakukan oleh Haji Isam. 

Belakangan beredar kabar bahwa HajiIsam menawar murah sahamBYAN. Jika tawaran Haji Isam diambil oleh Low Tuck Kwong, maka harga akuisisi terdiskon lebih dari 80% dari harga saham BYAN 18 Agustus 2026.

Sebagai gambaran, laporan kepemilikan saham BYAN per 31 Agustus 2026 menunjukkan Dato’ Low Tuck Kwong menguasai 40,251% saham, sementara anaknya, yakni Elaine Low menguasai 22,002%. Jika digabungkan, kepemilikan keduanya mencapai sekitar 62,253%, sangat dekat dengan angka 62,2% yang muncul dalam rumor tersebut.

Sementara itu, berdasarkan data perusahaan, jumlah saham BYAN mencapai 33.333.335.000 saham. Jika 62,2% saham tersebut dihitung menggunakan harga penutupan BYAN pada perdagangan 18 Agustus 2026 sebesar Rp17.275 per saham, maka jumlah saham yang perlu dibeli sekitar 20,73 miliar saham.

Secara matematis nilai pembelian saham tersebut mencapai sekitar Rp358,17 triliun atau sekitar US$20,43 miliar.

(mkh/mkh)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *