Home Finance Resmi Pimpin HIMKI Lagi, Ini 6 Jurus Abdul Sobur Kejar Ekspor US$6 M
Finance

Resmi Pimpin HIMKI Lagi, Ini 6 Jurus Abdul Sobur Kejar Ekspor US$6 M

Share
Resmi Pimpin HIMKI Lagi, Ini 6 Jurus Abdul Sobur Kejar Ekspor US M
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Ekspor mebel dan produk kerajinan Indonesia ditarget mencapai US$6 miliar. Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) mencatat, saat ini nilai ekspor mebel dan kerajinan Indonesia berkisar US$2,5-2,6 miliar setahun.

Demikian target yang dipatok Abdul Sobur setelah resmi kembali memimpin HIMKI untuk periode tahun 2026-2030, lewat hasil aklamasi Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 yang digelar 14-16 September 2026 di Bali.

Dalam unggahan di akun Instagram resminya, Abdul Sobur menyebut momen terpilihnya kembali untuk menuntaskan amanah yang belum tuntas. Yaitu, jejak karya menuju dunia.

“Amanah rupanya memiliki waktunya sendiri. Saya sempat merasa perjalanan ini telah sampai pada waktunya untuk diserahkan. Namun, masih ada pengabdian yang belum selesai, cita-cita yang belum sepenuhnya diwujudkan, dan generasi penerus yang harus dipersiapkan,” tulis Abdul Sobur, dikutip Rabu (16/9/2026).

“Bendera ini bukan sekadar simbol kepemimpinan, melainkan pengingat untuk menjaga kepercayaan dan menuntaskan tanggung jawab. Bismillah, dengan kerendahan hati, saya melanjutkan ikhtiar ini,” sambungnya.

Lantas, bagaimana arah HIMKI untuk mencapai target tersebut?

Abdul Sobur mengatakan, dalam kepemimpinan baru ini, target khusus adalah membawa HIMKI dari tahap penyusunan fondasi menuju eksekusi roadmap industri yang lebih terukur.

“Prioritasnya meliputi percepatan ekspor mebel dan kerajinan nasional menuju US$6 miliar pada 2031, diversifikasi pasar agar tidak bergantung pada negara tujuan tradisional, serta penguatan daya saing industri melalui desain, teknologi, keberlanjutan, dan kepastian bahan baku,” tegasnya.

“Kami juga akan mendorong implementasi Global Strategic Plan (GSP) bersama pemerintah dan para pemangku kepentingan, memperkuat pameran internasional seperti IFEX, Indowood, dan TEI, serta membangun akses pasar dan hub promosi permanen di kawasan strategis dunia,” tambah Abdul Sobur.

Tak Andalkan Pameran, Ungkap 6 Jurus

Abdul Sobur menegaskan, target itu memang tidak bisa dicapai jika hanya mengandalkan gelaran-gelaran pameran saja. 

“Untuk mencapai US$6 miliar pada 2031, memang tidak mungkin hanya mengandalkan pameran.
Pameran tetap penting sebagai pintu masuk pasar. Namun, ukuran keberhasilannya bukan hanya jumlah peserta atau pengunjung, melainkan berapa banyak buyer yang menghasilkan kontrak, repeat order, dan akhirnya menaikkan ekspor nasional,” ucapnya. 

“Jadi, periode 2026-2030 ini kami tempatkan sebagai fase membangun mesin pertumbuhannya, agar target US$6 miliar pada 2031 benar-benar dapat dicapai,” tukasnya lagi.

Abdul Sobur membeberkan enam jurus utama yang akan ditempuh untuk mencapai target tersebut, yaitu:

1. Mengoperasionalkan Task Force Kemendag-HIMKI dengan target tahunan yang terukur berdasarkan negara, produk, dan perusahaan
2. Melakukan diversifikasi pasar agar tidak terlalu bergantung pada Amerika Serikat, dengan memperkuat penetrasi ke Eropa, Timur Tengah, Asia-Pasifik, Afrika, dan pasar baru lainnya
3. Membangun hub promosi dan display permanen di pasar strategis, disertai market intelligence, buyer mission, serta business matching yang ditindaklanjuti sampai menjadi kontrak
4. Meningkatkan daya saing melalui desain, teknologi, produktivitas, standardisasi, sertifikasi keberlanjutan, dan penguatan merek-agar Indonesia tidak hanya menjual produk, tetapi juga nilai tambah
5. Memperbaiki ekosistem industrinya, terutama kepastian bahan baku, pembiayaan ekspor, restitusi pajak, energi, dan efisiensi logistik
6. Mencetak eksportir baru serta memperkuat sentra produksi dan UMKM agar basis ekspor nasional semakin luas

Kaderisasi di Tubuh HIMKI

Tak hanya itu, dia juga berencana memperkuat kaderisasi di dalam organisasi HIMKI.

“Satu bulan pertama akan kami gunakan untuk membentuk kepengurusan yang benar-benar berbasis kompetensi. Kaderisasi juga menjadi target khusus dalam waktu kurang dari dua tahun harus mulai muncul kader-kader terbaik yang siap melanjutkan kepemimpinan HIMKI,” ucapnya.

Sebab, imbuh dia, kepemimpinan kali ini bukan sekadar melanjutkan kepemimpinan lama.

“Tapi menuntaskan agenda besar, mempercepat eksekusi, dan menyiapkan regenerasi,” kata dia.

“Amanah ini saya terima bukan untuk memperpanjang kekuasaan, melainkan untuk menuntaskan agenda besar HIMKI dan memastikan dalam waktu kurang dari dua tahun lahir kader-kader terbaik yang siap melanjutkan kepemimpinan,” pungkas Abdul Sobur.




Musyawarah Nasional Ke-4 HIMKI. (Dok. HIMKI)Musyawarah Nasional Ke-4 HIMKI. (Dok. HIMKI) Foto: Musyawarah Nasional Ke-4 HIMKI. (Dok. HIMKI)

(dce/dce)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *