Home Finance 64% Orang Indonesia Punya Kulit Berminyak, Apa Solusinya?
Finance

64% Orang Indonesia Punya Kulit Berminyak, Apa Solusinya?

Share
64% Orang Indonesia Punya Kulit Berminyak, Apa Solusinya?
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Kulit berminyak merupakan salah satu masalah kulit yang paling banyak dialami masyarakat Indonesia. Studi menunjukkan, sekitar 64% masyarakat Indonesia memiliki profil kulit berminyak yang seringkali datang dengan keluhan pori yang terlihat tampak lebih besar dan kulit tampak greasy/ mengkilap.

Indonesia Board Certified Dermatologist dr. Stanley Setiawan menjelaskan, kulit berminyak banyak ditemukan pada penduduk dengan rentang usia 15-39 tahun. Masalah kulit berminyak ditandai dengan produksi sebum berlebih yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor; mulai dari hormon, jenis kelamin, genetik, iklim, hingga pola tidur. Ketika produksi sebum tidak dikontrol dengan baik, pori dapat terlihat semakin besar, wajah terlihat mengkilap, dan rentan terhadap pertumbuhan jerawat. 

Meski begitu, dr. Stanley tidak menyarankan masyarakat hanya fokus pada upaya menghilangkan minyak dari permukaan wajah saja, seperti eksfoliasi berlebihan dan penggunaan blotting paper terus-menerus. Sebab, cara tersebut hanya membantu mengurangi minyak yang sudah muncul di permukaan kulit. 

“Kulit itu ibarat mesin yang memproduksi minyak. Bukan berarti mesinnya harus dimatikan, tapi produksinya yang harus dikendalikan,” kata dr. Stanley di Jakarta, Kamis (17/9). 

Faktanya, minyak tetap dibutuhkan tubuh untuk mencegah dehidrasi kulit dan sebagai antimikroba yang mencegah infeksi. Karena itu, dr. Stanley menyarankan agar masyarakat fokus pada penguatan skin barrier untuk mengatasi produksi minyak berlebih.

Inovasi terbaru untuk masalah kulit berminyak ini adalah teknologi Supramolecular yang ditemukan oleh tiga ahli kimia peraih Nobel Prize. Inovasi yang telah dipatenkan oleh La Roche Posay tersebut bisa ditemukan di produk Pelembab Effaclar Supramolecular. Berbeda dengan formula lain, teknologi Supramolecular di dalamnya mampu mengikat dua bahan aktif, yakni Salicylic Acid dan Niacinamide, melalui mekanisme temporary bonding yang membantu keduanya bekerja secara sinergis dan optimal, serta berukuran nano, sehingga dapat bekerja presisi di area produksi sebum.




La Roche-Posay. (Dok. La Roche-Posay)La Roche-Posay. (Dok. La Roche-Posay) Foto: La Roche-Posay. (Dok. La Roche-Posay)

Hasil uji klinis menunjukkan bahwa teknologi Supramolecular efektif mengurangi minyak hingga 45% sekaligus 40% lebih gentle ke kulit. 

“Dengan teknologi ini, bahan aktifnya bekerja lebih presisi di area produksi sebum untuk mencegah minyak berlebih di wajah dari sumbernya, sekaligus menjaga hidrasi kulit,” imbuh Pandu Brodjonegoro, Marketing Director L’Oréal Dermatological Beauty Indonesia.

(hsy/hsy)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *