Home Finance Bahlil Pastikan Antrean BBM di SPBU Makassar Sudah Terurai
Finance

Bahlil Pastikan Antrean BBM di SPBU Makassar Sudah Terurai

Share
Bahlil Pastikan Antrean BBM di SPBU Makassar Sudah Terurai
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan antrean kendaraan untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Makassar, Sulawesi Selatan, telah terurai.

Bahlil mengatakan kondisi stok BBM secara nasional saat ini dalam batas aman, dengan stok nasional kisaran 18-20 hari kebutuhan sesuai standar minimum yang ditetapkan.

“BBM secara stok nasional kan eh dalam standar minimum kebutuhan nasional kita di angka 18 sampai 20 hari. Dan yang terjadi kemarin di Makassar alhamdulillah sudah bisa terurai. Dan sudah selesai dan saya sudah laporkan kepada Bapak Presiden,” kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Dia menerangkan bahwa salah satu faktor yang menyebabkan antrean adalah perubahan pola konsumsi BBM masyarakat. Dia menyebut, banyak warga beralih dari mengonsumsi BBM non subsidi seperti Pertamax (RON 92) menjadi BBM bersubsidi seperti Pertalite (RON 90).

“Memang yang shifting dari pemakaian BBM yang tadinya memakai RON 92, 95, yang non subsidi ada sebagian ke subsidi,” katanya.

Selain itu, menurut Bahlil saat ini ada temuan bahwa ada oknum melakukan penimbunan dengan menggunakan mobil bertangki besar.

“Yang memang, harus diakui berdasarkan temuan dari polisi, itu sengaja, eh, membuat tangkinya besar. Ada yang 700 liter, ada yang 1 ton, kemudian diisi dengan mobil yang baik. Dengan mobil Pajero, apa, segala macam. Jadi itu, itu yang membuat eh salah satu di antara yang membuat antrean,” tuturnya.

Ada Oknum Menimbun

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman sempat mengungkapkan bahwa ada temuan praktik penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Makassar, Sulawesi Selatan.

Salah satu modus penimbunan yang ditemukan di lapangan adalah pengisian BBM menggunakan kendaraan yang kapasitas tangkinya telah dimodifikasi.

Pelaku memperbesar kapasitas tangki standar guna menampung volume BBM melebihi batas ketentuan.

“Sekarang juga, kemarin kan di Makassar ditemukan adanya penimbunan. Nah, itu kita akan gali lebih jauh penimbunan-penimbunan itu. Itu penyimpangan itu, harus dibasmi yang seperti itu,” kata Laode ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Laode menjelaskan bahwa pihak pemerintah saat ini tengah menganalisis temuan penyimpangan serta pihak-pihak yang terlibat dalam aksi penimbunan tersebut. Modus memperbesar kapasitas tangki ini menjadi salah satu pemicu meningkatnya waktu tunggu dan kepadatan antrean di SPBU.

“Ya dia mengisi tapi tangkinya diperbesar, contohnya kayak gitu. Tangkinya ditambah yang harusnya kapasitasnya X ditambah X plus 50%, X plus 75%,” ungkapnya.

Selain faktor penyimpangan, Laode menuturkan bahwa fenomena El Nino turut memberikan tantangan pada jalur pengiriman pasokan. Pendangkalan jalur sungai membuat pengiriman harus dialihkan menggunakan armada truk, yang membutuhkan waktu tempuh lebih lama.

“Nambah waktu aja. Dan kalau nambah waktu, semuanya keluar saat bersamaan, terjadilah antrean. Ini yang kita imbau ke masyarakat bahwa jangan khawatir barangnya ada gitu,” tambahnya.

(wia)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *