
Jakarta, CNBC Indonesia – Kebiasaan masyarakat dalam memilih camilan mulai berubah. Kini, konsumen di Amerika Serikat (AS) semakin sering menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk menentukan makanan ringan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Conagra Brands, produsen makanan seperti Slim Jim dan Hunt’s, menyatakan bahwa konsumen tidak lagi sekadar mencari produk camilan tertentu. Mereka mulai bertanya kepada AI mengenai camilan yang memenuhi kebutuhan spesifik, seperti tinggi protein atau serat.
Perubahan ini turut mendorong permintaan terhadap makanan dengan kandungan protein lebih tinggi, rasa yang lebih kuat, serta produk yang disesuaikan dengan tujuan kesehatan tertentu.
Conagra bekerja sama dengan perusahaan riset Circana untuk menganalisis lebih dari 53 juta transaksi pembelian yang mencakup 17.000 produk di sektor camilan AS. Industri ini menghasilkan penjualan ritel sekitar US$198,2 miliar per tahun dan tumbuh sekitar 1,4 kali lebih cepat dibandingkan pasar makanan secara keseluruhan.
Bob Nolan, Senior Vice President Growth Science Conagra, mengatakan pola makan dan belanja makanan masyarakat AS mengalami perubahan besar dalam enam tahun sejak pandemi Covid-19.
“Camilan memainkan peran yang semakin besar dan personal dalam kehidupan konsumen, baik saat seseorang menginginkan tambahan protein, energi yang tahan lama, maupun momen untuk memanjakan diri yang menenangkan,” ujar Nolan, dikutip dari Reuters, Kamis (24/9/2026).
Menurut Conagra, perubahan tersebut tidak hanya dipicu oleh tren kesehatan. Konsumen muda, terutama Generasi Z, turut mendorong permintaan terhadap rasa yang lebih berani, mulai dari perpaduan manis-pedas hingga camilan dengan rasa asam dan asin.
Konsumen juga semakin memperhatikan komposisi bahan makanan. Di saat yang sama, mereka mulai menggunakan AI untuk membantu menentukan pilihan belanja berdasarkan kebutuhan nutrisi tertentu, bukan sekadar mencari merek atau jenis produk.
“Itulah mengapa beberapa kategori tradisional berada di bawah tekanan,” kata Nolan, mengacu pada kategori seperti biskuit dan camilan asin yang mulai menghadapi tekanan pasar.
Ia menambahkan bahwa pertumbuhan camilan dengan kandungan nutrisi lebih tinggi dan konsep ngemil berdasarkan tujuan tertentu kini mulai meningkat pesat.
“Munculnya camilan yang lebih padat nutrisi serta tren mengonsumsi camilan dengan tujuan tertentu benar-benar mulai berkembang,” pungkasnya.
(fab/fab)
Leave a comment