Home Finance Kiai Besar Arab Saudi Serukan Jihad Bawa Ayat Al-Quran, Ada Apa?
Finance

Kiai Besar Arab Saudi Serukan Jihad Bawa Ayat Al-Quran, Ada Apa?

Share
Kiai Besar Arab Saudi Serukan Jihad Bawa Ayat Al-Quran, Ada Apa?
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Mufti Besar Arab Saudi, Syekh Saleh bin Fawzan Al-Fawzan, menyerukan jihad ke tentara kerajaan. Mereka diminta siap mengorbankan nyawa demi memerangi kelompok Houthi, milisi di Yaman, hingga digulingkan dari kekuasaan.

Pernyataan dirilis oleh kantor berita negara Arab Saudi, Kamis waktu setempat. Di Arab Saudi, pesan seperti ini dari kiai besar adalah sesuatu yang jarang.

Mengutip Reuters, Jumat (25/9/2026), seruan ini muncul setelah berminggu-minggu kekerasan meningkat antara Arab Saudi dan Houthi. Kelompok yang didukung Iran tersebut menyerang kerajaan dengan rentetan rudal dan pesawat nirawak (drone) sementara Arab Saudi membalasnya dengan serangan udara.

“Melindungi bangsa yang agung ini… dan menghukum siapa pun yang mencoba menyentuh walau hanya sejengkal wilayahnya merupakan salah satu kewajiban terbesar dan tindakan pengabdian yang paling mulia, yang karenanya nyawa dan jiwa boleh dikorbankan demi meraih rida Allah,” bunyi pernyataannya mengutip ayat-ayat Al-Qur’an serta hadis Nabi Muhammad SAW mengenai pengorbanan dan perjuangan demi membela Tuhan.

Pernyataan juga menambahkan bahwa menegakkan otoritas pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan didukung Saudi merupakan “salah satu kewajiban yang paling mendesak”. Termasuk melindungi Mekkah, situs paling suci dalam Islam, yang sempat dilaporkan menjadi target sasaran Houthi.

“Kami memohon kepada Allah Yang Mahakuasa agar senantiasa melimpahkan dukungan-Nya kepada Anda semua, serta melindungi negara-negara kita dan Yaman yang kita cintai dari segala marabahaya. Kami juga memohon kepada-Nya agar mendatangkan kekalahan telak bagi kelompok Houthi beserta pihak-pihak yang membantu dan mendukung mereka,” tambahnya.

“Merupakan kewajiban bagi Anda sekalian, wahai saudara-saudara yang bertugas di garis depan, untuk senantiasa siaga dalam menjalankan tugas, mematuhi para pemimpin serta komandan lapangan, dan melaksanakan perintah dengan ketepatan tinggi, sebagaimana Allah Yang Mahakuasa memerintahkan para sahabat Nabi-Nya untuk melakukannya,” lanjut pernyataannya.

“Anda sekalian sedang menapaki jejak langkah para sahabat Nabi dalam membela tempat-tempat suci umat Islam,” tambahnya.

Pertempuran antara Arab Saudi dan Houthi memasuki babak baru sejak September di tengah perang saudara selama 12 tahun di Yaman. Konflik sempat mereda sejak tahun 2022 namun kini kembali memanas dan terkait dengan konflik yang lebih luas yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat (AS).

Sementara itu, pasukan pemerintah Yaman sudah kehilangan kendali atas jalur perairan vital Bab el-Mandeb yang direbut Houthi dua minggu lalu. Ini juga jadi sebuah pukulan bagi kerajaan Arab Saudi yang telah terjebak dalam konflik sejak 2015 setelah meluncurkan penggulingan Houthi yang gagal dari bu kota Yaman, Sanaa.

(sef/sef)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *