Sinjai, CNBC Indonesia – Kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tongke-tongke di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, ikut mendorong kenaikan harga tuna yang diterima nelayan. Dalam kurun waktu sekitar empat hingga lima bulan saja, harga tuna disebut naik dari kisaran Rp30.000 menjadi Rp45.000 per kilogram (kg).
Pengelola Unit Pengolahan Ikan (UPI) KNMP Tongke-Tongke sekaligus Ketua DPC HNSI Sinjai, Emil Salim, mengatakan kenaikan harga tersebut mulai dirasakan setelah KNMP beroperasi. Menurutnya, harga tuna yang sebelumnya berada di sekitar Rp30.000 per kg kini telah mencapai Rp45.000 per kg.
“Jadi nilai hasil tangkapan nelayan kita semenjak ada KNMP itu ada kenaikan harga. Dari awalnya sebelum ada KNMP ini, harga itu di angka Rp30.000 per kg. Setelah KNMP berjalan ada kenaikan terus harga tuna yang ada di Sinjai. Dan akhir sekarang ini di posisi Rp45.000 (per kg). Jadi ada kenaikan Rp15.000. Itu dalam rentang 4-5 bulan ini,” kata Emil saat ditemui di KNMP Tongke-tongke, Jumat (25/9/2026).
Emil mengatakan, kenaikan harga tersebut tidak terlepas dari adanya transparansi harga serta akses pasar yang lebih jelas bagi nelayan setelah KNMP hadir.
“Dengan adanya KNMP hadir adalah transparansi terkait masalah harga. Keterbukaan masalah akses jaminan harga,” sebutnya.
Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan (MenKP) Sakti Wahyu Trenggono menyoroti persoalan kualitas tuna. Menurut dia, kualitas hasil tangkapan menjadi salah satu faktor yang menentukan harga tuna.
Menurut Trenggono, peningkatan kualitas tuna membutuhkan dukungan rantai dingin (cold chain) yang memadai. Hal ini menjadi penting karena tuna merupakan komoditas utama yang dihasilkan nelayan di kawasan tersebut.
Ia pun menekankan pentingnya keberadaan cold storage dengan kemampuan pembekuan yang sesuai untuk menjaga mutu ikan.
“Maka cold storage-nya perlu di-desain, yang dia harus punya titik beku sampai dengan minus 60 derajat,” kata Trenggono dalam kunjungannya ke KNMP Tongke-tongke.
Dengan fasilitas rantai dingin tersebut, hasil tangkapan tuna dapat terjaga dengan baik, sejak dari nelayan hingga proses pengolahan, sehingga kualitasnya lebih terjaga. Hal ini pada akhirnya menjadi bagian penting dalam meningkatkan nilai jual hasil tangkapan.
Suasana Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tongke-tongke di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Kamis (24/9/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky) Foto: Suasana Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tongke-tongke di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Kamis (24/9/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
|
Rantai Pemasaran Dipangkas
Selain persoalan kualitas, kenaikan harga jual tuna yang diterima nelayan juga berkaitan dengan perubahan rantai pemasaran setelah KNMP beroperasi.
Pemilik kapal nelayan, Hairul Mukmin, mengatakan sebelum ada KNMP, hasil tangkapan nelayan umumnya harus melewati sejumlah perantara sebelum masuk ke perusahaan.
“Kalau di sini kan dulunya, sebelum ada KNMP, nelayan itu menjualnya ada yang ke agen, ada yang ke pengepul, tengkulak. Pengepul ini yang kemudian bawa ke Jawa atau ke Makassar, di perusahaan,” ujar Hairul.
Menurut Hairul, keberadaan KNMP membuat rantai tersebut menjadi lebih pendek karena nelayan dapat menjual langsung hasil tangkapannya kepada KNMP, dengan harga yang tentunya sudah mengacu pada harga perusahaan.
“Sekarang dengan hadirnya KNMP ini langsung tidak ada lagi tangan kedua, tangan ketiga, atau tangga-tangganya. Langsung dari nelayan ke KNMP. Dan harganya itu harga perusahaan. Artinya, kenaikan pendapatannya itu sampai 50% dari harga yang sebelumnya,” tuturnya.
KNMP Tongke-Tongke sendiri memiliki komoditas unggulan berupa tuna. Untuk mendukung penanganan hasil tangkapan, kawasan tersebut dilengkapi sejumlah fasilitas, mulai dari cold storage, pabrik es balok, kendaraan berpendingin hingga cool box.
Dengan kombinasi pemangkasan rantai pemasaran dan dukungan fasilitas rantai dingin, hasil tangkapan tuna nelayan Tongke-tongke tidak hanya lebih dekat ke pasar, tetapi juga diupayakan memiliki kualitas yang lebih terjaga sebelum dipasarkan.
Hal tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya KNMP meningkatkan nilai ekonomi hasil laut, sekaligus memperbesar manfaat yang diterima nelayan dari komoditas tuna.
(wur)

Leave a comment