
Jakarta, CNBC Indonesia – Pemanfaatan energi bersih menjadi peluang besar sekaligus menggerakan kehidupan masyarakat. Di Kabupaten Cilacap, penggunaan energi bersih beriringan dengan upaya menjaga ekosistem pesisir di Desa Berdikari Jaga Pati, hutan bakau. Bukan hanya jadi benteng alami ancaman abrasi, namun jadi ruang hidup biota, dan Sumber penghidupan masyarakat.=
Di Dumai, Desa Berdikari Bukit Timah, lahan belukar jadi kawasan produktif dengan tanaman buah, dari kelengkeng hingga durian, memberi nilai tambah bagi masyarakat didukung dengan energi surya. Begitu pun di Bali, tepatnya di Desa Adat Kelan yang memanfaatkan energi bersih surya dengan pembinaan dari Pertamina Internasional Shipping.
Desa adat ini memiliki kehidupan yang tidak bisa dipisahkan dari laut. Energi bersih pun mulai masuk ke dalam kehidupan demi mendukung aktivitas nelayan, yakni mesin listrik perahu yang bisa diisi melalui stasiun Pengisian tenaga surya. Energi ini bukan hanya digunakan untuk mencari ikan, namun juga menjadi pengalaman bagi wisatawan naik perahu listrik.
Nelayan dan Anggota KUB Tanjung Sari Desa Energi Berdikari Adat Kelan, Wayan Wirtha mengatakan, Desa Adat Kelan, mandiri secara energi selama setahun dengan menggunakan perahu listrik.
“Keunggulan perahu listrik ini tidak bising sehingga sangat cocok untuk berwisata dan burung-burung yang didekati tidak kabur,” ungkap dia kepada CNBC Indonesia dikutip Senin (28/9/2026).
Bagi Wayan, perahu listrik juga membuat lebih efisien selain menjaga lingkungan. Menurut Wayan, bagi masyarakat yang tertarik untuk berwisata bakau di Bali bisa datang ke sana terutama pada Bulan Oktober terutama pada pagi hari.
Asal tahu saja, PLTS yang ada di Kelan mendapatkan dukungan Pertamina dan bisa menghemat biaya energi lebih dari 50%. Selain itu, masyarakat juga dilatih untuk mengolah hasil laut menjadi berbagai produk makanan yang mendukung ekonomi dan pendapatan keluarga.
Kader PKK Desa Kelan, Ni Luh Sriani mengatakan dirinya dan beberapa ibu-ibu diundang Pertamina untuk mendapatkan edukasi mengolah ikan laut, pertama untuk keluarga, lalu juga bisa diolah untuk dijual.
“Banyak ilmu yang saya dapat dalam mengolah banyak olahan ikan, baik siomay, sate lilit, dan masih banyak lagi. Selain ibu-ibu ada juga anak-anak yang ikut serta, sehingga kami tahu banyak olahan ikan yang selama ini kurang tahu,” ungkap Ni Luh Sriani.
Sementara itu, Koordinator Program Kenali/ Divers Clean Action, Mikhael Tefa juga memberikan edukasi kepada anak-anak tentang
sampah, termasuk sampah laut, sumber salah dari mana saja, serta bagaimana cara mengurangi sampah yang dimulai dari diri sendiri.
“Kini makin banyak anak-anak yang bisa mengolah sampah. Kita harus mengurangi sampai yang masuk ke TPS dengan memilah sampah,” ungkap dia.
Adapun pelatihan yang dilakukan Mikhael hingga 12 kali dalam satu tahun. Asal tahu saja, PJS Corporate Secretary PIS, Vega Pita mengatakan bahwa PIS memastikan keberlangsungan bisnis bisa berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat pesisir.
“Melalui penyediaan akses energi berkelanjutan, PIS mendukung aktivitas melaut para nelayan agar lebih ramah lingkungan dan mampu menjaga keberlanjutan mata pencaharian mereka dalam jangka panjang,” pungkas dia.
(dpu/dpu)
Leave a comment