Home Finance Perang Saudara Tetangga RI Menggila, Militer Bom Pasar-50 Orang Tewas
Finance

Perang Saudara Tetangga RI Menggila, Militer Bom Pasar-50 Orang Tewas

Share
Perang Saudara Tetangga RI Menggila, Militer Bom Pasar-50 Orang Tewas
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Serangan udara militer Myanmar yang menghantam sebuah pasar ramai di wilayah barat negara itu menewaskan sedikitnya 50 orang. Jumlah korban tersebut bertambah sehari setelah serangan terjadi di tengah aktivitas perdagangan yang sedang padat.

Dua pekerja bantuan lokal yang berada di lokasi mengatakan jumlah korban tewas mencapai 50 orang pada Selasa (29/9/2026). Adapun serangan terjadi di pusat perdagangan di tepi sungai di Kota Kyauktaw, Negara Bagian Rakhine, sekitar tengah hari pada Senin.

Saat laporan awal muncul, jumlah korban tewas akibat serangan tersebut diperkirakan sekitar 30 orang. Namun, angka itu terus bertambah setelah tim penyelamat melakukan pencarian di lokasi.

“Jumlah korban tewas telah mencapai 50 orang dan 58 orang lainnya terluka,” kata pekerja bantuan Wai Hun Aung, dilansir AFP.

Ia memperingatkan jumlah korban meninggal masih bisa bertambah karena sebagian jenazah hilang atau terbakar dalam kebakaran yang terjadi setelah bom dijatuhkan.

Seorang relawan lokal lainnya mengonfirmasi jumlah korban tewas yang sama. Namun, ia meminta identitasnya dirahasiakan dengan alasan keamanan.

Belum ada tanggapan dari militer Myanmar terkait serangan tersebut. Upaya untuk menghubungi pihak militer guna meminta komentar juga belum berhasil dilakukan.

Kelompok pemberontak etnis lokal Arakan Army (AA), yang menguasai wilayah tersebut, sebelumnya menyebut jumlah korban tewas mencapai 49 orang dengan 58 lainnya terluka. Sebanyak 22 korban disebut berada dalam kondisi kritis.

Menurut pernyataan AA, para korban yang tewas merupakan “orang-orang yang tidak bersalah, pejalan kaki, pedagang pasar, pembeli dan buruh angkut”.

Pasar serta jembatan yang berada di dekatnya menjadi sasaran dalam serangan udara Senin. Kawasan tersebut selama perang saudara Myanmar berubah menjadi salah satu pusat aktivitas perdagangan yang ramai.

Perang berkecamuk sejak kudeta militer pada 2021 yang menggulingkan pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi. Sejak saat itu, Rakhine menjadi salah satu wilayah yang mengalami kondisi paling parah akibat konflik dan sebagian besar terputus dari wilayah Myanmar lainnya.

Aktivitas perdagangan di pasar tersebut tetap berkembang karena berada di jalur perdagangan sungai menuju India. Jalur itu bahkan menjadi salah satu urat nadi ekonomi bagi masyarakat setempat di tengah perang.

AA kini menguasai hampir seluruh wilayah Rakhine. Hanya beberapa pusat kota yang masih berada di bawah kendali militer Myanmar. Untuk mempertahankan wilayah tersebut, militer mengandalkan armada pesawat tempur yang diproduksi Rusia dan China.

Angkatan udara Myanmar juga dituding melakukan berbagai kekejaman terhadap warga sipil, termasuk serangan terhadap sekolah, biara dan kegiatan keagamaan. Kelompok-kelompok hak asasi manusia menilai sejumlah serangan tersebut berpotensi masuk kategori kejahatan perang.

Data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menunjukkan hampir 500.000 orang di Rakhine kini hidup sebagai pengungsi akibat konflik yang berlangsung.

Sementara itu, menurut lembaga pemantau konflik ACLED, lebih dari 100.000 orang telah tewas dalam konflik di Myanmar sejak kudeta militer 2021 yang menggulingkan pemerintahan Aung San Suu Kyi.

 

(luc/luc)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *